Islamabad (ANTARA) - Pihak berwenang Australia pada Rabu mengatakan bahwa ada lebih dari 150 paus pembunuh palsu (false killer whale) terdampar di sebuah pantai di barat laut Tasmania, menurut sejumlah media lokal.
Departemen Sumber Daya Alam dan Lingkungan Tasmania mengonfirmasi paus yang terdampar massal tersebut, dengan mengatakan sebanyak 157 paus pembunuh palsu terdampar di pantai terpencil dekat Sungai Arthur, menurut laporan ABC News.
Para pejabat mengatakan bahwa sekitar 90 paus masih hidup, dan mereka berjuang untuk menyelamatkannya.
Baca juga: DKP lakukan mitigasi cegah paus terdampar di perairan Sulbar
Baca juga: BKKPN cek kebenaran terkait 50 ekor paus terdampar dan mati di Alor NTT
Brandon Clark, pejabat lokal dari Dinas Taman dan Satwa Liar Tasmania, mengatakan paus-paus itu telah terdampar selama antara 24 dan 48 jam, dan upaya sedang dilakukan untuk mengapungkan kembali beberapa paus.
Sebelumnya pada April 2024, sekitar 160 paus pilot terdampar di pantai Australia Barat dan pihak berwenang menyelamatkan puluhan dari mereka. Sementara pada 2022, sekitar 500 paus pilot mati saat terdampar massal di Kepulauan Chatham yang terpencil di Selandia Baru.
Diketahui paus pembunuh palsu dinamakan demikian karena bentuk tengkoraknya, bukan penampilan luarnya, yang mirip dengan paus pembunuh.
Baca juga: Warga dan nelayan selamatkan paus hidung botol terdampar di Pantai Citepus Sukabumi
Dengan panjang mencapai 6 meter, spesies tersebut berperilaku lebih seperti lumba-lumba yang lebih kecil, berenang cepat, kadang-kadang melompat dan kadang-kadang mendekati kapal pengamat paus.
Sumber: Anadolu
Pewarta: Cindy Frishanti OctaviaUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026