harga-ikan-laut-di-sukabumi-melonjak
Sukabumi, 18/6 (ANTARA) - Harga ikan laut di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, melonjak karena minimnya hasil tangkapan ikan nelayan, bahkan untuk mengantisipasi kekosongan, pedagang terpaksa membeli ikan ke Jakarta.

"Hasil tangkapan ikan laut sampai saat ini masih minim, sehingga harganya cukup tinggi," kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sukabumi Tendi Sudama kepada wartawan, Senin.

Menurut Tendi, sudah beberapa bulan ini harga ikan laut terus melonjak karena nelayan sengaja menaikan harga ikan untuk menutupi biaya operasional yang tidak sebanding dengan hasil tangkapan. Bahkan ada beberapa jenis ikan yang sangat minim yang biasanya cukup melimpah seperti baby tuna.

"Rata-rata harga ikan laut naik dari 50 persen sampai 100 persen tergantung komoditi dan pasokan ikan laut, seperti ikan tongkol yang harganya saat ini mencapai Rp20 ribu/kg yang awalnya hanya Rp10 ribu/kg dan ikan kembung yang harnya naik dari Rp15 ribu/kg menjadi Rp25 ribu/kg," tambahnya.

Bahkan, dikatakan Tendi dengan minimnya hasil tangkapan ikan di enam Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang hanya setiap harinya mencapai 15 ton yang untuk kondisi normalnya mencapai 60 ton/hari, banyak nelayan dan pedagang ikan yang membeli ikan ke Jakarta.

"Ini bertujuan untuk mengantisipasi kekosongan ikan di Sukabumi, sehingga wajar harga ikan cukup tinggi saat ini dan diharapkan kondisi paceklik ikan segera berakhir, karena kondisi cuaca sudah membaik dan gelombang pun mendukung untuk nelayan mencari ikan," kata Tendi.

Namun, pasokan ikan masih terbantu dengan nelayan andon atau nelayan dari luar daerah yang mencari ikan di Sukabumi dan menjualnya di TPI sehingga pasokan ikan khususnya untuk Palabuhanratu bisa terpenuhi dan harganya pun bisa ditekan agar tidak terus meningkat.


Aditya


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026