Bekasi (Antara Megapolitan) - Dinas Kebersihan Kota Bekasi, Jawa Barat, menghadapi kendala penataan tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sumurbatu akibat kerusakan sejumlah alat berat.

"Sebanyak dua dari lima alat berat `backhoe` yang kami operasionalkan di TPA Sumurbatu mengalami kerusakan akibat faktor usia pemakaian," kata Kepala Dinas Kebersihan Kota Bekasi, Abdillah, di Bekasi, Kamis.

Dia mengatakan, kendala tersebut sempat mengakibatkan pasokan sampah untuk di buang ke TPA Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang tidak tertata dengan baik selama beberapa hari.

Situasi itu mengakibatkan antrean truk sampah selama berjam-jam di TPA, bahkan berimbas pada keterlambatan pengangkutan sampah di sejumlah rumah penduduk.

"Alat berat itu menjadi pendukung untuk proses penumpukan dan penataan sampah di beberapa zona pembuangan," katanya.

Dikatakan Abdillah, kendala teknis tersebut seharusnya tidak perlu terjadi bila pihaknya memperoleh alokasi sewa alat berat pada 2016 sebagai pengganti unit yang rusak.

"Sayangnya, tahun 2016 ini alokasi sewa alat berat tidak dilakukan, mengingat biayanya tidak tercantum pada APBD. Seharusnya, ada dua lagi alat beko yang disewa," katanya.

Dikatakan Abdillah, volume sampah warga Kota Bekasi mencapai 1.529 ton per hari, namun yang terangkut hanya 700 ton per hari akibat kondisi itu.

Salah satu sopir truk sampah Kota Bekasi Agus (40), mengaku harus mengantre dengan truk lain agar bisa melakukan pembuangan.

"Karena lama, jadinya banyak truk yang mengantri untuk bisa membuang angkutan sampah," ucapnya.

Bahkan, kata Agus, dia tidak bisa membongkar isi muatannya, padahal setiap hari dia bisa melakukan pembuangan sampah bisa sampai dua kali.
(Adv).

Pewarta: Andi Firdaus

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2016