Kamis, 21 September 2017

Dinkes Efektifkan Pencegahan PTM Di Kalangan PNS

id pencegahan PTM, penyakit tidak menular, PNS, dinkes, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Lindawati, Sekretaris Daerah, Ade Sarip Hidayat, Pulm
Padahal usia diatas 40 tahun ataupun dibawah 40 tahun yang mempunyai faktor resiko penting untuk mengetahui apakah ada indikasi gejala penyakit tidak menular.
Bogor (Antara Megapolitan) - Dinas Kesehatan Kota Bogor, Jawa Barat, mengefektifkan pemeriksaan kesehatan bagi PNS dalam rangka mendeteksi faktor risiko guna mencegah penyakit tidak menular (PTM) di kalangan abdi negara tersebut.

"Dinkes menginisiasi pemeriksaan kesehatan ini dalam rangka promotif dan preventif kesehatan PNS," Kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bogor Lindawati, di Bogor, Selasa.

Dinas Kesehatan melaksanakan pemeriksaan kesehatan bagi PNS usai rapat staf di Balai Kota. Ikut ambil bagian dalam pemeriksaan, Sekretaris Daerah Ade Sarip Hidayat, Asisten Pemerintah I, II dan III, seluruh kepala dinas hingga kepala bagian di Sekretariat Kota Bogor.

Menurut Linda, Dinkes menginisiasi pemeriksaan kesehatan tersebut karenakan pemeriksaan kesehatan tanpa indikasi sakit seperti penyakit tidak menular (PTM) belum bisa dijangkau menggunakan BPJS.

"Padahal usia diatas 40 tahun ataupun dibawah 40 tahun yang mempunyai faktor resiko penting untuk mengetahui apakah ada indikasi gejala penyakit tidak menular," katanya.

Ia menjelaskan, penyakit tidak menular yang masuk dalam lima besar yakni jantung dan pembuluh darah, penyakit Pulmonari Obstruktif Kronis (PPOK) asma, diabetes melitus, penyakit metabolik dan kanker.

Menurut dia, risiko penyakit tidak menular tersebut bisa dideteksi dengan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh yang dapat rutin dilakukan setiap bulan.

Pada pemeriksaan kesehatan kali ini, Dinkes Kota Bogor melakukan pemeriksaan mulai dari tes kesehatan dasar, tes kejiwaan melalui quesioner, wawancara riwayat penyakit, tes tekanan darah, tes IMT atau tes untuk melihat obesitas, pemeriksaan gula, kolesterol, pemeriksaan jantung, pemeriksaan paru-paru, kadar oksigen hingga HIV.

"Hasil dari pemeriksaan ini akan dilaporkan kepada Sekda secara kolektif, tapi untuk rujukannya akan diberikan kepada individunya," katanya.

Upaya yang sama juga dilakukan oleh Dinas Kesehatan kepada jajarannya. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan tersebut, kebanyakan pegawai mengalami obesitas dan trigliserida (lemak di dalam jaringan).

Menurut dia, obesitas dan trigliserida ini biasanya dikarenakan pola makan yang kurang baik dan kurang bergerak. Meski tidak termasuk dalam risiko penyakit tidak menular, tetapi seseorang yang obesitas beresiko terkena berbagai penyakit. Sementara trigliserida jika dibiarkan rentan menjadi kolesterol.

"Kalau trigliserida tidak perlu minum obat, cukup melakukan aktivitas fisik saja yang dapat membakar lemak, tetapi jika sudah kolesterol harus minum obat," kata Linda.

Linda menambahkan, melalui pemeriksaan kesehatan tersebut para PNS bisa mengetahui senak dini faktor resiko penyakit menular yang mungkin akan dideritanya.

"Sembari itu diperlukan upaya untuk melakukan pencegahan, karena lebih murah mencegah daripada mengobati," kata Linda.

Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi perkembangan kesehatan para PNS dan mendorong agar kegiatan tersebut menjangkau lapisan bawah.

"Sebagai pegawai yang ahrus memberikan pelayanan terbaik dan prima kepada masyarakat, maka PNS harus lebih duluan sehat," kata Ade.

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga