Selasa, 22 Agustus 2017

LCJM Kalingga Gelar Lomba Bagi Mahasiswa Berkebutuhan Khusus

id LCJM Kalingga Gelar Lomba Bagi Mahasiswa Berkebutuhan Khusus, PNJ Depok, UI Depok, berkebutuhan khusus
LCJM Kalingga Gelar Lomba Bagi Mahasiswa Berkebutuhan Khusus
Para pengurus Lions Club Jakarta Monas (LCJM) Kalingga ketika meninjau lomba bagi mahasiswa berkebutuhan khusus PNJ Depok, Jumat (11/8). (Antara Foto/Feru Lantara)
Saya harap lomba ini bisa memotivasi mahasiswa berkebutuhan khusus dan berharap para orang tua jangan berkecil hati karena masih ada yang peduli dengan mereka.
Depok (Antara Megapolitan) - Lions Club Jakarta Monas (LCJM) Kalingga bekerjasama dengan Politeknik Negeri Jakarta, menggelar Lomba Mengetik Cepat dan Desain Logo antar Mahasiswa D3 Manajemen Pemasaran yang berkebutuhan khusus.

"Saya harap lomba ini bisa memotivasi mahasiswa berkebutuhan khusus dan berharap para orang tua jangan berkecil hati karena masih ada yang peduli dengan mereka," kata President LCJM Kalingga, Suzi Marsita di Kampus PNJ Depok, Jumat.

Selain itu katanya kegiatan tersebut juga untuk mengangkat potensi mahasiswa berkebutuhan khusus. Sehingga masyarakat luas mengetahui potensi yang dimiliki para mahasiswa berkebutuhan khusus tersebut.

Kegiatan yang digelar di Gedung Arsip Universitas Politeknik Negeri Jakarta digelar dalam rangka Centenial Service Challenge Worldwide Week Of Service For Youth. Kegiatan lomba diikuti 40 mahasiswa berkebutuhan khusus dari semester empat hingga semester enam.

Dikatakannya para mahasiswa berkebutuhan khusus, mempunyai potensi yang luar biasa yang tidak dimiliki orang lain. Salah satu buktinya mereka mampu mengikuti pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.

Suzi mengatakan nantinya kegiatan ini juga akan ditingkatkan lebih luas lagi misalnya dalam bisang musik dan juga kerajinan tangan serta lainnya.

Sedangkan Vice President II LCJM Kalingga Yongki Alwi menambahkan kegiatan lomba yang diperuntukkan bagi mahasiswa berkebutuhan khusus ini mendapat sambutan yang baik bagi para pengajar maupun orang tua mahasiswa berkebutuhan khusus tersebut.

"Peminatnya membludak hingga kita batasi. Bahkan ada dari luar kota yang minta ikut secara online," katanya.

Padahal persiapan lomba tersebut sangat sempit hanya satu minggu. Kegiatan ini juga merupakan yang pertama kali dilakukan. "Kita perlu menggali potensi-potensi yang dimiliki mahasiswa berkebutuhan khusus tersebut," katanya.

Sementara itu, salah satu orang tua mahasiswa berkebutuhan khusus, Firliyanti memberikan paresisi yang tinggi penyelenggaraan lomba tersebut. Ia mengatakan kegiatan ini tentunya dapat menjadi memicu semangat para anak-anak berkebutuhan khusus untuk menunjukkan potensi yang dimilikinya.

Untuk itu Firliyanti berharap agar kegiatan seperti yang diselenggarakan LCJM Kalingga ini dapat diselenggarakan secara rutin, agar kesempatan bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk menunjukkan potensi yang ada dalam dirinya.

"Anak saya sebenarnya sedang libur tapi ketika diajak ke kampus ia bersemangat sekali," katanya.

Ferliyanti juga berharap anak berkebutuhan khusus ini bisa dikenal masyarakat, bahwa mereka juga dapat berprestasi bila memang diberi kesempatan.

Dosen Mahasiswa Berkebutuhan Khsusu PNJ Maria Nino Istia mengatakan kegiatan lomba ini sangat menarik dan baru pertama kali dilakukan. "Para mahasiswa berkebutuhan khusus antusias mengikuti lomba tersebut," katanya.

Walaupun waktu persiapan loma ini sangat singkat namun antusias yang ikut lomba tersebut sangat banya.

PNJ menerima mahasiswa D3 berkebutuhan khusus sejak 2013 dengan jumlah mahasiswa antara 20-30 orang. Saat ini sudah ada satu angkatan yang lulus dari program tersebut. Sebelumnya pada 2013 PNJ menerima pendidkan inklusi hanya untuk program D2.

Editor: Feru Lantara

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga