Minggu, 25 Juni 2017

150 Pemuda Sejumlah Provinsi-Jabodetabek Megikuti Santlat Kebangsaan

id Sanlat, Pesantren Kilat, Pesantren Kilat Kebangsaan 2017, Kemenpora, PP PON, Cibubur, Jakarta Timur, Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Faisal Abdul,
150 Pemuda Sejumlah Provinsi-Jabodetabek Megikuti Santlat Kebangsaan
Peserta Pesantren Kilat (Sanlat) Kebangsaan 2017 yang dilaksanakan Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PPPON) Kemenpora bersama Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Kemenpora, Faisal Abdullah usai pembukaan kegiatan di Cibubur, Jakarta Timur. (Ist/Dok).
Peserta Pesantren Kilat (Sanlat) Kebangsaan 2017 yang dilaksanakan Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PPPON) Kemenpora bersama Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Kemenpora, Faisal Abdullah usai pembukaan kegiatan di Cibubur, Jakarta Tim
Cibubur (Antara Megapolitan) - Sebanyak 150 pemuda dan pemudi perwakilan dari sejumlah provinsi di Indonesia, antara lain DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, dan Provinsi Lampung, serta sebagian besar peserta dari wilayah Jabodetabek  mengikuti kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Kebangsaan 2017 dilaksanakan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Sanlat Kebangsaan berlangsung di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PP PON), Cibubur, Jakarta Timur, Minggu dibuka oleh Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Kemenpora, Faisal Abdullah.

Dengan mengangkat tema "Melalui Pesantren Kilat Pemuda Kota Kokohkan Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa" dalam rangka dukungan fasilitas pelatihan revolusi mental bagi Pemuda.

Pesantren dijadwalkan berlangsung selama empat hari dari tanggal 11 dan ditutup 14 Juni 2017.

"Sanlat Kebangsaan ini memasuki tahun kedua. Sesuai arahan Kemenpora, pada pelaksanaan tahun 2016 meminta perlu dilaksnaakan Santlat setiap tahun karena pentingnya penanaman nilai-nilai kebangsaan pada pemuda," kata Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda PP PON, Dwi Agus Susilo.

Menurut Dwi tema Sanlat Kebangsaan sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Sebagai respon maraknya intoleransi, radikalisasi, sehingga selaras dengan keinginan Menpora agar Pancasila diamalkan dan dipedomani oleh pemuda Indonesia.

Bulan Juni ini juga hari lahirnya Pancasila, Sanlat ini juga untuk memperkuat slogan Saya Indonesia, Saya Pancasila.

"Pancasila sebagai rujukan nilai dan alat pemersatu bangsa jadi slogan yang meresap ke sanubari para pemuda," katanya.

Dwi mengatakan peserta Sanlat datang dari sejumlah wilayah di antaranya Jabodetabek, Banten, Solo dan Provinsi Lampung.

"Peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai siswa, santri, mahasiswa dan penggerak organisasi kepemudaan," kata Dwi.

Sanlat menghadirkan sejumlah narasumber salah satunya yang akan hadir sebagai pembicara Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa pada Selasa (13/6) yang diharapkan memotivasi pemuda untuk mencintai Tanah Air dan mengamalkan Pancasila.

Sanlat Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Kemepora bekerja sama dengan LKBN Antara, dan Yayasan Attawasud, serta  LKBN Antara Biro Utama Penyangga Jakarta (BPJ) sebagai Media Partner itu juga didukung sejumlah mitra di antaranya, Indocement, TSI, Unitex, Alfamart, PCNU Kota Bogor dan APRIL.

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga