Kamis, 27 April 2017

Kunjungan Raja Salman Dipenuhi Pertemuan Beragam Sektor

id Kunjungan, Raja Salman, Dipenuhi, Pertemuan, Beragam, Sektor, Menlu, Kemenlu, BKPM, Presiden, Jokowi, Joko Widodo, Arab saudi, Indoensia, Kemenlu, Bog
Kunjungan Raja Salman Dipenuhi Pertemuan Beragam Sektor
Raja Salman (kanan) tersenyum dari balik jendela mobilnya saat melihat pelajar dan warga Bogor menyambut kedatangannya di Tepas Lawang Salapan, Jalan Otista, Kota Bogor, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah).
Presiden Joko Widodo sebelumnya juga meminta pihak Arab Saudi dapat merealisasikan komitmen dan rencana investasi di Indonesia dalam rangka peningkatan kerja sama bidang ekonomi kedua negara.
Jakarta (Antara Megapolitan) - Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al-Saud yang berkunjung ke Indonesia pada 1-9 Maret 2017 akan menerima sejumlah pejabat dan tokoh Tanah Air dari berbagai sektor baik politik, ekonomi maupun budaya.

Pada Selasa lalu (28/2), Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi dalam jumpa pers di kantornya mengatakan selain akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Raja Salman direncanakan bertemu dengan sejumlah pimpinan ormas Islam.

Menurut Osama, Kementerian Luar Negeri telah menentukan para pimpinan ormas yang akan menemui Raja Salman.

Sementara itu, jadwal agenda yang beredar selama Raja Salman berada di Jakarta dan Bali adalah sebagai berikut:
   
Raja Salman akan mendarat dan disambut oleh Presiden Joko Widodo di Bandara Halim Perdanakusuma pada Rabu sekitar pukul 11.00 WIB.

Kedua Kepala Negara akan melakukan pertemuan bilateral dan menyaksikan penandatanganan kerja sama bilateral Pemerintah Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi di Istana Bogor pada Rabu sekitar pukul 12.00 WIB.

Sebanyak 10 MoU meliputi kerja sama di bidang keamanan, kesehatan, pendidikan, budaya, investasi, UKM, pertanian, perikanan, operasional penerbangan sipil, serta hal-hal mengenai Islam akan disepakati kedua negara.

Usai menyaksikan penandatanganan kerja sama, kedua Kepala Negara akan melakukan pernyataan kenegaraan bersama di Istana Bogor.

Selama kegiatan di Jakarta, Raja Salman akan bermalam di Hotel Rafless, Jakarta Selatan.

Pada Kamis (2/3), Raja Salman akan bertemu dengan Ketua DPR RI Setya Novanto yang direncanakan dilakukan di Gedung DPR RI, Jakarta.

Sebelumnya, Novanto menjelaskan kunjungan Raja Arab Saudi Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud diharapkan dapat menambah lagi kuota haji Indonesia sehingga dapat mengurangi daftar tunggu calon jemaah haji Indonesia yang panjang.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga akan menemui Raja Salman pada hari itu untuk membahas agenda kenegaraan pada sore harinya.

Sektor bisnis dan investasi Indonesia juga tampak tidak menyia-nyiakan kesempatan kunjungan Raja Salman itu untuk melakukan forum bisnis yang akan dilakukan di Hotel Grand Hyatt.

Raja juga akan menyelenggarakan makan malam dengan komunitas Arab Saudi di Indonesia.
    
Jumatan di Istiqlal

Masjid Istiqlal pada beberapa hari terakhir juga melakukan persiapan khusus untuk menyambut tamu negara yang melawat ke Indonesia.

Pengelola masjid terbesar se-Asia Tenggara itu telah menyiapkan kamar mandi VIP dan lift khusus untuk Raja Salman.

Raja itu akan berkeliling Istiqlal dan solat Jumat di masjid yang dulunya selesai dibangun pada 1978.

Selain Jakarta, Pulau Dewata juga akan menjadi tujuan Raja Salman beserta rombongan selama di Indonesia.

Sebanyak 1.500 anggota delegasi termasuk 10 menteri dan 25 pangeran akan melakukan kunjungan wisata di Bali pada 4-9 Maret 2017.

Menurut Dubes Osama, tidak ada agenda khusus saat kunjungan ke Bali selain untuk berlibur dan menikmati keindahan alam Pulau Bali.

"Kami sudah bersepakat dengan pemerintah Indonesia bahwa kunjungan ini tidak akan mengganggu keseharian masyarakat. Kami tidak akan menutup (objek wisata manapun), semua akan berjalan normal," jelas Osama.

Raja Salman dan rombongan sebelum berkunjung ke Indonesia, telah melawat ke Malaysia.

Kepala Negara Arab Saudi sedang melakukan serangkaian kunjungan baik ke Malaysia, Indonesia, Brunei Darussalam, Jepang, China, Maladewa, serta Yordania.

Sementara itu, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat sepanjang 2016 Arab Saudi merealisasikan investasi untuk 44 proyek di Indonesia sebesar 900 ribu dolar AS.

Presiden Joko Widodo sebelumnya juga meminta pihak Arab Saudi dapat merealisasikan komitmen dan rencana investasi di Indonesia dalam rangka peningkatan kerja sama bidang ekonomi kedua negara.

Diharapkan dengan kunjungan tersebut dapat meningkatkan tidak hanya kerja sama ekonomi Arab Saudi dan Indonesia sebagai negara mayoritas muslim terbesar, namun juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui kuota haji.  (Ant).

Editor: M. Tohamaksun

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga