Minggu, 25 Juni 2017

Satu Tewas Dalam Pendakian Di Gunung Pangrango

id pendakian, Gunung Gede Pangrango, tewas, Edward, Kelapa Gading, Jakarta Utara, mahasiswa Bina Nusantara, tim SAR gabungan, RSPG Cibereum, Bogor
Satu Tewas Dalam Pendakian Di Gunung Pangrango
Anggota Tim SAR dibantu oleh personel BPBD Kabupaten Bogor mengevakuasi korban pendaki yang meninggal jalur pendakian Gunung Gede, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, (6/12). (Foto Antara/Yulius Satria Wijaya).
Karena berniat melakukan masa ospek bagi mahasiswa baru, maka rombongaan mendaki jalur terlarang tersebut, dan mengakibatkan satu mahasiswa meninggal dunia.
Bogor (Antara Megapolitan) - Satu dari 17 mahasiswa Bina Nusantara, yang melakukan pendakian di Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat tewas, dan seorang lainnya kritis.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus, mengatakan ke-17 mahasiswa termasuk yang tewas dan kritis telah berhasil dievakuasi tim SAR gabungan, Selasa.

"Sekitar pukul 14.30 WIB seluruh tim evakuasi maupun korban pendakian yang meninggal telah kembali dari Gunung dan langsung dibawa ke RSPG Cibereum, Cisarua, Puncak," kata Yusri.

Yusri menjelaskan kronologis kejadian berawal dari laporan Ketua RAPI yang menyatakan ada seorang pendaki yang meninggal dunia di Puncak, Joglo Gunung Gede Pangrango.

Atas informasi tersebut lanjut Yusri, tim SAR gabungan terdiri dari Muspika Cisarua, Tagana, RAPI dan Orari melakukan upaya SAR dengan membentuk tim evakuasi melalui jalur Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua.

Sekitar pukul 14.00 WIB, di GOR PTPN VIII Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, rombongan mahasiswa berjumlah 15 orang dari 17 orang berhasil dievakuasi, selanjutnya dikumpulkan untuk beristirahat.

"Sedangkan dua orang pendaki termasuk yang meninggal dunia dalam proses evakuasi," katanya.

Hingga pukul 14.30 WIB, lanjut Yusri, seluruhnya tim evakuasi beserta 15 mahasiswa termasuk korban meninggal dunia dan kritis karena luka berat telah berkumpul lalu lngsung dibawa ke RSPG Cibereum.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh bahwa 17 rombongan merupakan mahasiswa Bina Usada, Jakarta Utara yang hendak melakukan ospek bagi mahasiswa baru dengan menggunakan peralatan dan persiapaan seadanya.

"Mereka sudah melakukan pendakian sejak Senin (5/12)," katanya.

Selain menggunakan peralatan seadanya, rombongan pendaki menggunakan jalur Desa Cibereum yang sudah ditutup atau terlarang untuk jalur pendakian umum.

"Karena berniat melakukan masa ospek bagi mahasiswa baru, maka rombongaan mendaki jalur terlarang tersebut, dan mengakibatkan satu mahasiswa meninggal dunia," katanya.

Adapun identitas mahasiswa yang meningga dunia bernama Edward usia 19 tahun alamat Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Saat ini jenazah sudah berada di RSPG Cibereum, menunggu pihak keluarga," katanya.

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga