Depok, (Antaranews Bogor) - Ketua Ormas Pemuda Pancasila (PP) Kota Depok Jawa Barat Rudi Samin, menyatakan dirinya sudah menyiapkan uang pribadinya sebesar Rp25 miliar untuk bertarung dalam Pilkada Depok pada 2015.
"Dalam pilkada perlu adanya biaya politik yang tidak sedikit dan saya sudah menyiapkan Rp25 miliar dari kantong pribadi," kata Rudi Samin di Depok, Sabtu.
Rudi mengatakan biaya-biaya yang dikeluarkan yaitu untuk kegiatan para tim sukses mensosialisasikan program-program kerja serta visi dan misi yang akan perjuangan bagi kemajuan Kota Depok.
Ia mengatakan biaya politik seharusnya ditanggung oleh kandidiat itu sendiri sehingga jika terpilih akan lebih bebas untuk mengeluarkan kebijakan yang benar-benar pro rakyat. "Pemilihan kepala desa saja butuh biaya apalagi ini pemilihan kepala daerah," katanya.
Menurut dia dirinya saat ini sudah melakukan komunikasi politik dengan berbagai partai yang ada di Kota Depok. "Semua partai sudah komunikasi tinggal bagaimana keputusannya saja. Kita harus menghargai pimpinan partaia," kata Rudi yang juga sebagai Ketua PKPI Kota Depok.
Dikatakannya dalam politik harus mengitung kemampuan diri baik itu intelegensia maupun modal dan saya akan maju dalam pilkada Depok karena saya merasa mampu dan akan membawa warga Depok lebih sejehtera dari sekarang ini.
Beberapa program telah disiapkan Rudi Samin untuk memajukan Kota Depok seperti pendidikan gratis, pengobatan kesehatan puskesmas selama 24 jam dan juga penegakan hukum. "Perda itu berlaku untuk semua bukan hanya orang miskin saja tetapi mandul untuk orang kaya. Ini harus dibenahi semuanya," katanya.
Sementara itu mengenai RUU Pilkada yang sedang dibahas di DPR RI tentang pilkada langsung dan tidak langsung, Rudi mengatakan tidak mempermasalahkan pilihan politik di DPR.
"Kalau saya mau pemilihan langsung atau tidak langsung tak masalah dan saya siap untuk bertarung," katanya.
Namun kata dia untuk pilkada tak langsung atau melalui DPRD maka akan dapat menekan biaya politik dan meminimalisi terjadinya gesekan antar masing-masing timses.
"Saya pribadi memang setuju pilihan melalui DPRD, karena anggaran yang dikeluarkan pemerintah berarti tidak terlalu besar dan bisa dialokasikan ke tempat yang lebih bermanfaat, seperti untuk pendidikan, kesehatan dan lainnya," kata Rudi.
