Cikarang (Antara) - Sejumlah pedagang hewan kurban di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menyatakan kenaikan harga hewan kurban hingga mencapai 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Semuanya mengalami kenaikan Rp1 juta sampai Rp3 juta dibandingkan Idul Adha tahun lalu karena ongkos pengirimannya juga naik karena BBM sekarang mahal," kata penjual sapi di kawasan Jababeka II Cikarang Nadih, Kamis.
Menurutnya, jenis sapi yang dijajakan merupakan sapi limosin, bali, metal, dan putih yang seluruhnya diklaim telah memiliki sertifikat kelayakan konsumsi dari pemerintah.
Untuk jenis sapi bali, harganya Rp 12 juta sampai Rp 25 juta. Jenis limosin harganya Rp 35 juta. Sementara sapi putih dan metal harganya Rp 35 juta sampai Rp 50 juta.
Sementara itu Pengelola rumah potong hewan Ira, mengatakan naiknya harga sapi terjadi karena biaya distribusi dari beberapa provinsi di luar Jawa Barat naik 30 persen.
"Konsumen banyak yang mengeluh karena harga selalu naik setiap tahun, padahal ini baru awal. Mungkin kenaikannya akan lebih tinggi saat mendekati hari H," katanya.
Dia mengaku tidak lagi melayani jasa pemotongan hewan karena dikhawatirkan tarif jasanya akan lebih membebani konsumen.
"Tahun ini saya hanya menjual sapi karena kalau ditambah biaya potong saya khawatir konsumen akan pergi," katanya.
Harga hewan kurban naik 30 persen
Kamis, 19 September 2013 20:55 WIB
Hewan korban (Foto Antara/ R Sukendi)
"Konsumen banyak yang mengeluh karena harga selalu naik setiap tahun, padahal ini baru awal. Mungkin kenaikannya akan lebih tinggi saat mendekati hari H,"
