Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Satuan Reserse Narkoba Kepolisan Resor (Polres) Metro Bekasi mengungkap kasus dugaan tindak pidana penyalahgunaan aktivitas farmasi secara ilegal berupa peredaran obat keras golongan daftar G tanpa izin di wilayah hukum Kabupaten Bekasi.

"Pengungkapan kasus dilakukan di wilayah Kecamatan Karang Bahagia dan Sukatani dalam waktu sehari sebagai bagian dari upaya penegakan hukum tanpa ampun," kata Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Pol. Sumarni di Cikarang, Selasa.

Ia menjelaskan pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat terkait aktivitas transaksi obat keras di kedua lokasi itu. Petugas segera bergerak melakukan observasi usai menerima laporan tersebut.

Baca juga: Polisi bongkar peredaran obat ilegal daftar G sasar perumahan di Bekasi

Setelah melewati serangkaian proses penyelidikan, petugas melakukan penindakan di lokasi pertama yakni Perumahan Taman Sukamulya Indah Blok E1A/5, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Senin (18/5) pukul 12.01 WIB.

Dari lokasi tersebut petugas mengamankan dua orang terduga pelaku masing-masing berinisial DAUD dan Siti Khodizah. Keduanya mengaku memperoleh barang ilegal tersebut dari seorang berinisial Bolot yang kini berstatus daftar pencarian orang (DPO).

Petugas turut menyita sejumlah barang bukti antara lain 97 butir tramadol, 25 butir hexymer, satu unit sepeda motor, tiga unit telepon genggam, kartu identitas serta uang tunai hasil penjualan sebesar Rp605.000.

Baca juga: Polres Bekasi berkomitmen tutup ruang gerak peredaran obat keras ilegal

Barang bukti pengungkapan kasus penyalahgunaan farmasi ilegal saat penangkapan seorang pengedar obat keras daftar G di Jalan Karang Rahayu 45-61, Desa Karangsetia, Kecamatan Karang Bahagia, diamankan petugas di Mapolres Metro Bekasi, Selasa (19/5/2026). ANTARA/Pradita Kurniawan Syah

Tak berhenti di situ, pada hari yang sama pukul 16.45 WIB, seorang pria berinisial AS alias Botak diamankan petugas atas dugaan peredaran obat keras daftar G di area Jalan Karang Rahayu 45-61, Desa Karangsetia, Kecamatan Karang Bahagia.

Dari hasil penggeledahan terhadap AS, petugas mengamankan barang bukti berupa 40 butir tramadol, 12 butir hexymer serta sejumlah barang pribadi milik pelaku.

Sumarni menegaskan seluruh rangkaian penindakan ini mengacu Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Para terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan ke Mapolres Metro Bekasi guna proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.

"Kami pastikan akan terus melakukan langkah tegas berkelanjutan untuk menekan peredaran obat keras ilegal yang dapat merugikan masyarakat, membahayakan kesehatan serta merusak generasi muda," ucap dia.

Polres Metro Bekasi turut mengajak masyarakat untuk berkontribusi aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkoba maupun obat-obatan terlarang di lingkungan sekitar.

Masyarakat dapat mengakses informasi, pengaduan maupun melaporkan tindak pelanggaran hukum melalui layanan interaktif Curhat Langsung ke Bunda Kapolres (CLBK) di nomor WhatsApp 081383990086, pusat panggilan 110 serta layanan kepolisian 24 jam di nomor 08111939110.



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026