Karawang (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, Jawa Barat meminta masyarakat menjaga dan meningkatkan kebersihan lingkungan untuk menghindari kemungkinan penularan Hantavirus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Karawang Yayuk Sri Rahayu dihubungi di Karawang, Selasa, mengatakan kewaspadaan perlu dilakukan meski hingga saat ini belum ditemukan kasus Hantavirus di wilayah setempat.

Hantavirus atau virus hanta merupakan kelompok virus yang umumnya ditularkan oleh hewan pengerat, terutama tikus, dan dapat memicu gangguan serius pada paru-paru maupun ginjal.

Virus hanta kembali menjadi perhatian publik setelah adanya laporan penumpang kapal pesiar MV Hondius tujuan Tenerife, Spanyol, yang terjangkit virus tersebut hingga menyebabkan tiga orang meninggal dunia.

Baca juga: Pemkab Bekasi terbitkan edaran kewaspadaan munculnya Hantavirus

Yayuk mengatakan kewaspadaan terhadap penularan Hantavirus dari tikus ke manusia perlu dilakukan, sebagai bagian dari langkah antisipasi atas informasi terdeteksi kasus tersebut di Indonesia, termasuk di wilayah setempat.

Ia mengimbau masyarakat Karawang tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kebersihan lingkungan.

Menurut dia, kebersihan lingkungan perlu dilakukan karena Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan tikus melalui cairan tubuh seperti urin, feses, dan air liur. Selain kontak langsung, virus ini juga dapat menular melalui debu di area yang terkontaminasi kotoran tikus.

Baca juga: Dinkes DKI Jakarta awasi enam suspek dan tiga kasus Hantavirus

Dinkes Karawang telah menindaklanjuti Surat Edaran Kementerian Kesehatan dengan memfokuskan pemantauan pada kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) yang berobat ke puskesmas maupun rumah sakit.

Seluruh tenaga kesehatan telah diinstruksikan untuk jeli menelusuri riwayat lingkungan pasien yang datang dengan gejala flu berat.

“Kami memantau terus kasus ISPA atau SARI. Harapannya bukan Hanta, tapi tetap harus diperiksa lanjut lewat laboratorium untuk memastikan," katanya.



Pewarta: M.Ali Khumaini
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026