Jakarta (ANTARA) - Multipolar Technology memperkenalkan IBM webMethods yang menghadirkan platform orkestrasi yang memudahkan perusahaan mengelola, menghubungkan, dan mengatur berbagai aplikasi, data, dan proses bisnis secara end-to-end dalam satu ekosistem terpadu.

Berbeda dengan pendekatan integrasi konvensional, webMethods memungkinkan perusahaan untuk mengorkestrasi alur proses lintas sistem, baik yang berjalan di lingkungan on-premise, cloud, hybrid, maupun multicloud.

Dengan demikian, perusahaan tidak hanya menghubungkan, tetapi juga mengendalikan dan mengoptimalkan bagaimana sistem-sistem tersebut bekerja bersama untuk mendukung tujuan bisnis.

Department Head Middleware Cloud Platform Solution PT Multipolar Technology Tbk (IDX: MLPT) Elen mengatakan perusahaan yang menyandang predikat IBM Partner of the Year 2026, pendekatan orkestrasi ini memberikan fleksibilitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan integrasi tradisional.

“Dengan IBM webMethods, perusahaan tidak perlu melakukan penggantian sistem secara menyeluruh. Mereka dapat mengorkestrasi sistem yang sudah ada, mempercepat aliran data, serta mengotomatisasi proses bisnis secara end-to-end. Ini membuat transformasi digital menjadi lebih cepat, terukur, dan efisien,” jelasnya dalam seminar bertema “The Future of Connectivity: Empowering Your Ecosystem with AI-Integration” yang diselenggarakan oleh Multipolar Technology dan IBM Indonesia di Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut ia menambahkan, IBM webMethods juga menjadi fondasi penting bagi perusahaan yang ingin mengadopsi teknologi baru seperti GenAI. Dengan arsitektur yang sudah terorkestrasi, integrasi layanan baru—termasuk AI—dapat dilakukan dengan lebih cepat dan minim risiko.

Namun, orkestrasi sistem saja tidak cukup tanpa visibilitas menyeluruh terhadap performa aplikasi. Untuk itu, IBM Instana, yang merupakan solusi observabilitas berbasis AI, melengkapi peran dalam memantau performa aplikasi dan infrastruktur secara real-time.

Dengan IBM Instana, tim TI dapat mendeteksi bottleneck, anomali, dan potensi gangguan secara proaktif, sebelum berdampak pada operasional bisnis.

“Jika webMethods berperan sebagai ‘konduktor’ yang mengorkestrasi seluruh sistem dan proses bisnis, maka Instana memastikan ‘musik’ yang dimainkan tetap optimal melalui monitoring dan observabilitas real-time berbasis AI. Kombinasi keduanya memberikan kontrol dan visibilitas end-to-end bagi perusahaan,” ungkap Hansen Panjaitan, Senior Software Engineer Multipolar Technology.

Untuk diketahui, perusahaan-perusahaan di seluruh dunia saat ini tengah berlomba-lomba mengintegrasikan layanan aplikasi dan sistem teknologi agar proses bisnis mereka berjalan lancar.

Hal ini tercermin dari laporan firma riset Fortune Business Insights yang memproyeksikan nilai pasar integrasi sistem global bakal naik dari US$481,81 miliar pada 2026 menjadi US$1.134,33 miliar pada 2034.

Dengan pendekatan orkestrasi yang didukung observabilitas real-time, perusahaan tidak hanya mampu mempercepat transformasi digital, tetapi juga memastikan setiap investasi teknologi benar-benar memberikan dampak bisnis yang nyata.

“Perusahaan yang masih terjebak dalam silo data akan semakin tertinggal. Saatnya beralih dari sekadar integrasi ke orkestrasi. Multipolar Technology siap membantu perusahaan di Indonesia dalam perjalanan ini,” pungkas Elen. 



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026