Koba, Babel, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meningkatkan upaya edukasi kesehatan kepada masyarakat guna menekan penyebaran penyakit HIV/AIDS yang dipicu perilaku hubungan seksual berisiko.

Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah Zaitun di Koba, Kamis, mengatakan penularan HIV/AIDS dipengaruhi berbagai faktor risiko, namun perilaku hubungan tidak sehat menjadi salah satu pemicu utama yang perlu diwaspadai.

“Faktor risiko dari penyakit HIV/AIDS tentu beragam, tetapi yang paling dominan berasal dari perilaku hubungan yang tidak sehat atau berisiko,” ujarnya.

Dia mengatakan hal tersebut menyusul adanya peningkatan kasus HIV/AIDS di daerah itu. Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat, jumlah kasus tercatat meningkat dari 20 kasus pada 2025 menjadi 25 kasus hingga Maret 2026.

Baca juga: Kalsel edukasi pencegahan HIV/AIDS
Baca juga: Dinkes Bandarlampung perkuat sosialisasi cegah kasus penularan HIV/AIDS

Ia menjelaskan meskipun tidak merinci berdasarkan jenis kelamin, mayoritas penderita berada pada kelompok usia produktif yakni 25 tahun ke atas. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berpotensi berdampak terhadap produktivitas masyarakat.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan menggencarkan promosi kesehatan, khususnya di kalangan remaja melalui berbagai kegiatan di lembaga pendidikan.

Program tersebut juga didukung alokasi anggaran yang difokuskan pada pencegahan penyakit prioritas, baik menular maupun tidak menular.

“Kami terus melakukan edukasi secara masif, terutama kepada generasi muda, agar mereka memahami risiko dan mampu menjaga diri dari perilaku yang dapat memicu penularan HIV/AIDS,” katanya.

Baca juga: BP3MI Kepri bersama KJRI dampingi pemulangan PMI idap HIV dari Malaysia

Pihaknya juga rutin melaksanakan skrining kesehatan sebagai bagian dari deteksi dini terhadap potensi penularan untuk menekan angka kasus sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Pencegahan menjadi kunci utama. Karena itu, kami mengedepankan edukasi dan skrining agar masyarakat dapat mengantisipasi sejak dini sebelum terjadi penularan,” ujar Zaitun.

Ia berharap, melalui upaya edukasi yang berkelanjutan dan keterlibatan berbagai pihak, angka penularan HIV/AIDS di Bangka Tengah dapat ditekan.

"Sekaligus dalam kesempatan ini kami mendorong dan mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup sehat dan bertanggung jawab," ujarnya.

 



Pewarta: Ahmadi
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026