Banjarbaru, Kalsel (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menekan kasus tuberkulosis (TBC) dan mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular, sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan dengan menyatukan peran berbagai pemangku kepentingan guna membedah kendala di lapangan, sekaligus merumuskan solusi terpadu dalam pengendalian penyakit berbasis wilayah.
Kepala Dinkes Kota Banjarbaru Juhai Triyanti Agustina di Banjarbaru, Minggu, mengatakan sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam meningkatkan efektivitas program pencegahan dan pengendalian penyakit.
“Kami berharap koordinasi ini dapat membedah berbagai kendala di lapangan, sekaligus mencari solusi bersama secara sinergis antar-sektor,” ujarnya.
Baca juga: Pemkab Bangka Tengah siapkan rencana aksi daerah tangani TBC
Baca juga: Kemenkes harap penyakit AIDS, TBC dan Malaria di Papua Pegunungan ditangani secara serius
Bukan itu saja, kata dia, tantangan kesehatan seperti TBC dan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi merupakan isu strategis yang juga menjadi perhatian nasional, sehingga memerlukan pendekatan kolaboratif.
Selain itu, lanjutnya, upaya memperluas cakupan skrining kanker leher rahim juga menjadi bagian penting dalam deteksi dini penyakit tidak menular di masyarakat.
“Kolaborasi ini penting agar seluruh program berjalan efektif dan mampu menjangkau masyarakat hingga ke tingkat paling bawah,” katanya.
Dalam implementasinya berbagai pihak dilibatkan mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tenaga kesehatan, hingga unsur masyarakat seperti kader dan pengurus lingkungan.
Baca juga: 1.254 pasien TBC di Lebak jalani pengobatan selama Januari-Maret
Pembahasan di lapangan mengerucut pada sejumlah persoalan riil, diantaranya penolakan imunisasi serta kesulitan melacak pasien TBC yang berpindah domisili sehingga menghambat keberlanjutan pengobatan.
“Dengan keterlibatan semua pihak, kami optimistis upaya pencegahan dan pengendalian penyakit dapat berjalan lebih optimal dan berdampak luas,” ujar Juhai.
Pewarta: Gunawan WibisonoUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.