Kota Bogor (ANTARA) - Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menegaskan bahwa golok bukan sekadar alat, melainkan bagian dari identitas budaya masyarakat yang sarat nilai sejarah dan filosofi.

Hal itu disampaikan Dedie di Balai Kota Bogor sepulang menghadiri kegiatan Lebaran Golok di Setu Babakan, Perkampungan Betawi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin.

Kegiatan bertema “Golok Road to UNESCO” tersebut diisi dengan berbagai rangkaian acara, mulai dari pertunjukan seni budaya, sarasehan, seni bela diri, hingga peluncuran buku.

Dedie mengapresiasi inisiatif Golok Pedang Sepuh Nusantara (GPSN) yang terus mendorong golok agar diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.

Baca juga: Bogor inisiasi golok jadi warisan dunia UNESCO
Baca juga: Ratusan golok kuno era 800--900 hingga masa Demak dipamerkan di Universitas Pakuan

“Golok bukan sekadar alat, tetapi bagian dari jati diri masyarakat. Apa yang kita rawat hari ini memiliki akar sejarah yang sangat kuat,” ujar Dedie.

Ia menjelaskan, dalam naskah kuno Sanghyang Siksa Kandang Karesian yang ditulis pada 1518 Masehi, golok telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak ratusan tahun lalu.

Menurut Dedie, golok juga mengandung nilai filosofis yang tinggi. Ketajamannya melambangkan ketajaman berpikir, sementara bentuk dan pamornya mencerminkan keluhuran budi pekerti masyarakat.

“Keindahan gagang dan pamor golok menunjukkan nilai estetika dan karakter masyarakat Pasundan, dari Jawa Barat hingga Banten dan DKI Jakarta,” katanya.

Baca juga: Dedi Mulyadi: golok harus diakui produk Indonesia

Dedie menilai kegiatan Lebaran Golok menjadi bagian penting dalam memperkuat literasi budaya, agar generasi muda tidak hanya mengenal, tetapi juga memahami makna warisan leluhur.

Pemerintah Kota Bogor, lanjut dia, mendukung penuh inisiatif “Golok Road to UNESCO” sebagai langkah strategis dalam memperkenalkan budaya lokal ke tingkat internasional.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas daerah, termasuk Bogor, Jakarta, dan Banten, serta sinergi dengan kementerian terkait dalam memperkuat diplomasi budaya.

Dedie berharap, kegiatan tersebut dapat mempererat silaturahmi antarperguruan silat, komunitas budaya, dan masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam melestarikan warisan budaya bangsa.



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026