Depok (ANTARA) - Guru Besar Bidang Pendidikan Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Universitas Indonesia (UI) Prof. Enie Novieastari menegaskan dunia keperawatan membutuhkan penguatan literasi manusia.
“Pendidikan tinggi keperawatan tidak lagi cukup hanya menyiapkan lulusan yang kompeten secara klinis dan teknis, tetapi juga perawat yang mampu merawat manusia secara utuh,” kata Prof Enie Novieastari di Kampus UI Depok, Jawa Barat, Senin.
Lebih lanjut ia memperingatkan adanya risiko pengabaian aspek budaya dalam pelayanan kesehatan, mulai dari hambatan komunikasi hingga menurunnya kepercayaan pasien terhadap tenaga kesehatan (nakes).
Baca juga: Guru Besar Gizi UI Prof Sandra Fikawati ingatkan perlu kendalikan makanan saat lebaran
Baca juga: Guru Besar UI: Tramadol obat keras, tidak boleh dijual bebas
Kondisi tersebut, menurutnya, kerap mendorong masyarakat untuk lebih memilih penyembuh tradisional sebagai alternatif.
Dalam pemaparannya, Prof. Enie mengacu pada model Campinha-Bacote yang memandang kompetensi kultural sebagai proses berkelanjutan, bukan hasil akhir.
Model ini mencakup lima komponen utama, yaitu kesadaran budaya, pengetahuan budaya, keterampilan budaya, interaksi budaya, dan hasrat budaya.
Selain itu Prof Enie juga memperkenalkan konsep cultural competemility, yakni sinergi antara kompetensi dan kerendahan hati budaya.
Baca juga: Guru Besar FKUI Prof Rini Sekartini pimpin Pusat Kajian Pangan dan Gizi Asia Tenggara
Gagasan ini dinilai tidak hanya relevan di tingkat nasional, tetapi juga berkontribusi pada diskursus global mengenai pendidikan keperawatan transkultural, khususnya bagi negara-negara multikultural dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang inklusif, sekaligus menurunkan disparitas layanan.
Dalam pengembangan keilmuan, Prof Enir aktif menghasilkan berbagai karya ilmiah dan inovasi di bidang keperawatan, termasuk buku Kurikulum Pendidikan Ners Indonesia Tahun 2024 dan Aplikasi Caring dalam Praktik Keperawatan Indonesia: Tangguh Denara Jaya (2023), serta sejumlah produk Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026