Jakarta (ANTARA) - Di tengah dinamika industri kreatif yang terus berkembang, kemampuan untuk bertahan sekaligus berevolusi menjadi kunci bagi para pelaku industri dalam membawa karya mereka ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk menembus panggung internasional.
Perjalanan panjang sebuah rumah produksi asal Bali akhirnya berbuah manis. Film Roxx berhasil meraih penghargaan Gold melalui film The Soul of Uluwatu dalam ajang Japan World's Tourism Film Festival 2026 (JWTFF) yang berlangsung pada 18–20 Maret 2026 di Koka, Shiga, Jepang.
Pencapaian ini menjadi tonggak penting setelah tujuh tahun perjalanan Film Roxx di industri, yang tidak selalu berjalan mulus. Di tengah tantangan besar seperti pandemi yang sempat melumpuhkan sektor pariwisata Bali, tim tetap memilih untuk bertahan dan terus berkarya, khususnya dalam mendukung industri hospitality melalui produksi film.
The Soul of Uluwatu sendiri merupakan film kampanye yang diproduksi bersama Six Senses Uluwatu dalam rangka menyambut festive season Natal dan Tahun Baru 2026.
Film ini tidak hanya menampilkan keindahan visual, tetapi juga mengangkat narasi reflektif tentang manusia modern yang mencari kembali makna dan keseimbangan hidup.
Seluruh proses produksi dilakukan pada 23 Oktober 2025 di Uluwatu, Bali, dengan waktu pengambilan gambar yang terbatas hanya sembilan jam akibat kendala operasional dan cuaca. Meski demikian, keterbatasan tersebut justru mendorong tim untuk bekerja dengan tingkat presisi dan kreativitas yang tinggi.
Di balik layar, proses kreatif dipimpin oleh sutradara Aditya Ryandana dan produser Ryanda Dwi Octhora yang melakukan riset mendalam sebelum produksi. Mereka mengeksplorasi sisi budaya dan spiritual Uluwatu untuk memastikan cerita yang diangkat tidak hanya autentik, tetapi juga relevan bagi audiens global.
“Perjalanan saya dari Bali ke Jepang cukup panjang, namun kehangatan masyarakat Koka dan pengalaman yang kami rasakan membuat semuanya sepadan. Penghargaan ini bukan hanya milik kami, tetapi juga milik Bali dan Indonesia,” ujar Aditya Ryandana.
Keberhasilan ini tidak berdiri sendiri. Selain The Soul of Uluwatu, dua karya lainnya dari Film Roxx juga berhasil masuk dalam Official Selection di festival yang sama. Hal ini menunjukkan konsistensi kualitas serta kekuatan storytelling yang menjadi fondasi utama setiap karya yang dihasilkan.
Bagi Film Roxx, kekuatan sebuah film tidak hanya terletak pada visual yang indah, tetapi pada kemampuan cerita untuk membangun koneksi emosional. Pendekatan ini menjadi alasan mengapa karya mereka mampu bersaing dan mendapatkan perhatian di kancah internasional.
Kolaborasi dengan Six Senses Uluwatu turut memperkuat arah cerita yang diangkat, khususnya dalam menggambarkan transformasi diri sebagai bagian dari perjalanan manusia. Nilai-nilai tersebut menjadi benang merah yang menyatukan konsep kreatif dengan identitas brand.
“Penghargaan ini adalah milik seluruh tim Film Roxx dan semua pihak yang telah mempercayai kami. Ke depannya, kami ingin terus menghadirkan karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memberikan dampak nyata dan menyentuh banyak orang,” ujar Ryanda Dwi Octhora.
Ke depan, pencapaian ini menjadi langkah awal bagi Film Roxx untuk terus membawa cerita-cerita dari Bali dan Indonesia ke panggung global, sekaligus membuktikan bahwa karya lokal memiliki daya saing yang kuat di industri kreatif internasional.
Pewarta: AntaraEditor : Feru Lantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026