Depok (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Jawa Barat, menilai Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dapat menjadi kawasan ekowisata.
“Nanti secara langsung maupun tidak langsung akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala DLHK Kota Depok Reni Siti Nuraeni di Depok, Sabtu.
Ia mengatakan kerja sama antara Kementerian Lingkungan Hidup dan UIII dalam pembentukan Taman Kehati menjadi keuntungan besar bagi Kota Depok karena perekonomian akan bergerak maju.
“Kalau nanti UIII ditetapkan menjadi kawasan Taman Kehati, otomatis Kota Depok memiliki Taman Kehati yang dapat mendukung pelestarian lingkungan, konservasi keanekaragaman hayati, hingga pengembangan ruang terbuka hijau,” ujarnya.
Reni menilai UIII memiliki berbagai komponen pendukung yang menjadikan kawasan tersebut layak dijadikan Taman Kehati.
Salah satunya memiliki luas lahan minimal tiga hektare yang merupakan syarat pembangunan Taman Kehati.
Tidak hanya itu, lanjut Reni, kawasan UIII juga memiliki sungai yang telah dikelola bersama. Serta, kawasan Setu yang berfungsi sebagai daerah resapan.
Sementara itu Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Jamhari Makruf mengatakan sudah mengalokasikan beberapa lahan untuk Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) yang disebut sebagai Nature Sanctuary.
"Jadi namanya hutan alam yang kita harap itu menjadi sanctuary, tempat yang nyaman, tempat yang teduh sehingga orang bisa nyaman tinggal maupun berjalan jalan di situ," katanya.
Jadi lanjut dia, konsep Taman Kehati sudah lama sejak kami membangun UIII sudah ada, sudah siapkan dan kawasan ke kampus ini juga sudah didesain untuk lingkungan yang asri.
"Ada khusus untuk buah buahan, ada khusus untuk tanaman tanaman keras khas Indonesia, ada bunga, bunga dan seterusnya, di pinggir jalan ada pohon rambai, tabebuya, ada macam macam terus kemudian juga ada pohon matoa, ada mahoni dan seterusnya," katanya.
Dikatakannya, konsep Taman Kehati, sekitar 5 hektare yang ditanami dengan berbagai jenis tanaman sebagai tempat pertama edukasi bagi pelajar, bagi orang umum untuk melihat keragaman hayati.
Lebih lanjut Rektor mengatakan Kementerian Lingkungan Hidup akan membantu memberikan pohon-pohon untuk ditanam, kemudian ada orang yang merawatnya.
Di kawasan UIII hingga saat ini masih ada rusa liar sekitar 8-10 ekor.
Sedangkan Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyatakan dukungannya atas Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) yang berada di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).
"Kita akan coba kolaborasi kita juga mengharapkan ini menjadi green kampus yang ada parameternya," kata Jumhur.
Pewarta: Feru LantaraEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026