Depok (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat menargetkan pabrik pengolahan sampah berkapasitas 1.000 ton per hari di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung Kota Depok mulai beroperasi pada 2027.

Pengolahan sampah ini menjadi solusi untuk menekan beban TPA Cipayung sekaligus mengurangi ketergantungan pada Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Nambo.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Reni Siti Nuraeni di Depok, Rabu, mengatakan saat ini proses kerja sama dengan calon mitra terus berjalan.

“Untuk PT BSA, MoU sudah. Saat ini kita sedang memproses drafting perjanjian kerja sama (PKS)," ujarnya.

Baca juga: UI adakan lokakarya pemilihan dan pengolahan sampah
Baca juga: Pemkot Depok minta UIII sediakan lahan pengolahan sampah di area kampus


Ia menjelaskan penyusunan PKS dilakukan secara paralel dengan sejumlah tahapan administrasi dan konsultasi lintas kementerian.

“Kami berkoordinasi terkait substansi KSDPKC (Kerja Sama Daerah dengan Pihak Ketiga) dengan Kementerian Dalam Negeri. Sudah ada tim yang ke sana,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan berkonsultasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terkait penggunaan alat yang akan dioperasikan.

“Kami juga harus mendapatkan penguatan dari Kementerian Lingkungan Hidup terkait alat yang digunakan, apalagi ini berkaitan dengan ekspor,” katanya.

Baca juga: Pemkot Depok dan Kementerian PUPR bangun pengolahan sampah di TPA Cipayung

Pihaknya juga sedang menyiapkan surat untuk DPRD serta melibatkan akademisi dalam menghitung skema pembiayaan.

“Kami sedang meminta bantuan dari UI untuk menghitung kembali tipping fee yang ditawarkan calon mitra. Angka yang ditawarkan itu layak tidak, Kebesaran, kekecilan, atau sudah cukup,” katanya.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026