Depok (ANTARA) - Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Jamhari Makruf mengatakan sudah mengalokasikan beberapa lahan untuk Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) yang disebut sebagai Nature Sanctuary.


"Jadi namanya hutan alam yang kita harap itu menjadi sanctuary, tempat yang nyaman, tempat yang teduh sehingga orang bisa nyaman tinggal  maupun berjalan jalan disitu," katanya.


Jadi lanjut dia konsep Taman Kehati sudah lama sejak kami membangun UIII sudah ada, sudah siapkan dan kawasan ke kampus ini juga sudah didesain untuk lingkungan yang asri.


"Ada khusus untuk buah buahan, ada khusus untuk tanaman tanaman keras khas Indonesia, ada bunga, bunga dan seterusnya, di pinggir jalan ada pohon rambai, tabebuya, ada macam macam terus kemudian juga ada pohon matoa, ada mahoni dan seterusnya," katanya.


Dikatakannya konsep Taman Kehati, sekitar 5 hektar yang ditanami dengan berbagai jenis tanaman sebagai tempat pertama edukasi bagi pelajar, bagi orang umum untuk melihat keragaman hayati.

 
Lebih lanjut Rektor mengatakan Kementerian Lingkungan Hidup akan membantu memberikan pohon-pohon untuk ditanam, kemudian ada orang yang merawatnya. Dikawasan UIII hingga saat ini masih ada Rusa liar sekitar 8-10 ekor.
 

Sementara itu Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyatakan dukungannya atas Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) yang berada di Universitas Islam Internasional Indonesia (UII)

"Kita akan coba kolaborasi kita juga mengharapkan ini menjadi green kampus yang ada parameternya, " kata Jumhur.



Pewarta: Feru Lantara
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026