Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memperkuat perlindungan terhadap anak di ranah digital sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tunggu Anak Siap (PP Tunas).

Pihaknya menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi PP Tunas melalui penguatan regulasi di lingkungan satuan pendidikan, yang salah satunya ialah melalui penerbitan Peraturan Mendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Nyaman (BSAN).

“Upaya ini kami lakukan dalam rangka membangun budaya sekolah yang di situ tumbuh suasana yang saling menghormati, saling memuliakan, dan menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi anak-anak kita ” kata Mendikdasmen Mu'ti di Jakarta pada Sabtu.

Adapun untuk pelaksanaannya, pihaknya mengembangkan dengan tata kelola yang menerapkan sembilan asas utama, mulai dari humanis hingga inklusif.

 

Lebih lanjut, ia pun memperkenalkan prinsip 3S (Screen Time, Screen Break, dan Screen Zone) sebagai panduan bagi guru dan orang tua.

Langkah ini, kata dia, diharapkan mampu mengintegrasikan pendidikan karakter dengan penggunaan teknologi digital yang berkeadaban, sekaligus membatasi penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi menambahkan salah satu solusinya adalah dengan pemanfaatan maksimal permainan tradisional.

Baca juga: Terlalu sering scroll, remaja rentan cemas dan turun percaya diri

Baca juga: PP Tunas ajak anak berlebaran secara sehat

Ia menilai permainan tradisional memiliki filosofi tinggi dalam membangun karakter anak Indonesia dan menanamkan nilai-nilai Pancasila.

“Dalam permainan tradisional, anak-anak belajar antre dan menghargai tanpa melihat latar belakang budaya. Ini bisa menjadi salah satu solusi mengurangi penggunaan gadget bagi anak-anak,” kata Arifatul.

Melalui sinergi lintas kementerian, pihaknya berharap implementasi PP Tunas dapat menciptakan perlindungan yang komprehensif bagi anak-anak Indonesia.

 

 

 


 



Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor : Heri Sutarman

COPYRIGHT © ANTARA 2026