Lamongan, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lamongan menyebutkan pembangunan Waduk Karangnongko sebagai solusi jangka panjang untuk mereduksi banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo yang berdampak hingga kawasan hilir, termasuk Bengawan Jero.
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Lamongan Erwin Sulistya Pambudi mengatakan banjir di Bengawan Jero merupakan fenomena tahunan akibat tingginya debit air dari hulu serta kiriman dari 15 kecamatan yang bermuara di kawasan tersebut.
“Selama ini banjir di Lamongan banyak dipengaruhi aliran dari hulu Bengawan Solo. Ke depan, keberadaan Waduk Karangnongko diharapkan bisa menahan kiriman air sehingga volume luapan di hilir dapat ditekan,” katanya setelah mendampingi kunjungan Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Budi Irawan di Lamongan, Jawa Timur, Jumat.
Ia menuturkan penanganan jangka pendek terus dilakukan melalui pompanisasi intensif, normalisasi sungai, pengaturan pintu air, serta penyaluran bantuan logistik bagi warga terdampak.
Waduk Karangnongko atau Bendung Gerak Karangnongko merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun di perbatasan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dan Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Pembangunan proyek tersebut bertujuan untuk memperkuat ketahanan air, irigasi, dan pengendalian banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo.
Hingga Juli 2025, progres pembangunan Paket 1 dilaporkan telah mencapai sekitar 38,8 persen dan ditargetkan rampung akhir 2026, meski operasional penuh berpotensi hingga 2029 karena kendala pembebasan lahan.
Nilai investasi diperkirakan Rp1,26–Rp1,5 triliun dengan luas genangan 1.026,55 hektare dan infrastruktur tersebut diproyeksikan mampu mereduksi luapan banjir, mendukung irigasi 6.950 hektare lahan, serta menyediakan air baku bagi sekitar 270 ribu jiwa.
Banjir tahunan di Bengawan Jero berdampak di lima kecamatan di Kabupaten Lamongan, yaitu Kalitengah, Deket, Turi, Karangbinangun, dan Glagah.
Pemkab setempat bersama instansi terkait terus mempercepat penanganan darurat sambil menyiapkan langkah struktural jangka panjang melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat.
Baca juga: Lamongan perkuat pengelolaan sampah tekan timbunan
Baca juga: Petugas tangani 15 desa banjir di Gresik
Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah/Alimun KhakimEditor : Erwan Muhadam
COPYRIGHT © ANTARA 2026