Palangka Raya (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah (Kalteng) Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya mengingatkan serta meminta nelayan maupun masyarakat di sepanjang pesisir perairan wilayah selatan provinsi ini agar lebih mewaspadai gelombang laut setinggi satu meter lebih.
"Waspadai potensi tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter di wilayah perairan selatan Kalteng selama sepekan," kata Prakirawan Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut, Renianata di Palangka Raya, Senin.
Renianata juga mengimbau masyarakat pesisir agar berhati-hati ketika beraktivitas di laut karena tinggi gelombang tersebut masuk kategori rendah hingga sedang.
Baca juga: BMKG NTB ingatkan masyarakat untuk waspadai potensi cuaca ekstrem pada 10-14 Februari 2026
Pihaknya eminta warga pesisir juga waspada adanya pertumbuhan awan konvektif atau awan Cumulonimbus (CB) yang berpotensi menjadikan hujan intensitas sedang hingga lebat, dan menimbulkan angin kencang serta menambah tinggi gelombang air laut.
"Waspadai adanya pertumbuhan awan CB yang dapat menambah tinggi gelombang di wilayah pesisir dan perairan selatan Kalteng. Diimbau kepada masyarakat pesisir agar berhati-hati ketika beraktivitas di laut," kata Renianata.
Dia menjelaskan terdapat daerah belokan angin serta perlambatan kecepatan angin (konvergensi) terpantau di wilayah Kalteng. Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah tersebut.
Baca juga: BMKG ingatkan warga waspadai tinggi gelombang empat meter di perairan Talaud
Didukung oleh kelembaban udara yang cukup basah, lanjutnya, labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal juga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalteng.
Dia menambahkan selama tujuh hari mendatang potensi kecepatan angin diperkirakan antara 5-20 kilometer/jam. Angin ini umumnya bertiup dari arah selatan ke timur.
"Sementara untuk suhu udara berkisar antara 23 sampai 33 derajat Celsius. Kelembaban udara berkisar antara 60 hingga 100 persen," kata Renianata.
Masyarakat pun dapat memperbaharui informasi perkembangan cuaca, masyarakat dapat mengakses layanan yang diberikan BMKG melalui laman resmi BMKG, aplikasi BMKG, dan berbagai media sosial BMKG.
