Kota Jambi (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Jambi mengajak masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta gerakan 3M Plus sebagai upaya pencegahan demam berdarah dengue (DBD) di tengah cuaca yang tidak menentu.
"Kami mengajak masyarakat agar meningkatkan penerapan pola hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan melalui penerapan 3M Plus, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala penyakit agar terhindar dari kasus DBD," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Kota Jambi Rini Kartika Handajani di Jambi, Kamis.
Kondisi cuaca yang berubah-ubah, ditandai hujan dengan diselingi suhu panas ekstrem, dinilai turut memicu peningkatan kasus penyakit menular dan gangguan kesehatan lingkungan, terutama DBD.
DBD merupakan penyakit infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, ditandai demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot/sendi, dan bisa berkembang menjadi kondisi serius dengan pendarahan atau syok jika terlambat ditangani.
Menurut dia, DBD masih menjadi penyakit yang perlu diwaspadai karena memiliki potensi berkembang menjadi wabah.
Berdasarkan data Dinkes tersebut, tingkat kematian akibat DBD pada 2025 tercatat meningkat dibandingkan 2024, dengan 523 kasus disertai tujuh kematian pada 2025, sedangkan pada 2024 terdapat 735 kasus dengan satu kematian.
Sementara Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jambi Zuhdi Darma mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit DBD di tengah musim hujan dan cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Jambi.
"Kami juga mengimbau masyarakat agar secara rutin melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan menerapkan gerakan 3M Plus, meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air," kata dia.
Baca juga: Sudinkes Jaksel tangani 38 Kasus DBD pada Januari 2026
Baca juga: Ogan Komering Ulu imbau warga terapkan 3M Plus cegah DBD
