Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Selatan (Jaksel) menangani sebanyak 38 kasus demam berdarah dengue (DBD) pada Januari 2026.
"Jakarta Selatan menangani 38 kasus dengan angka incidence rate (IR) sebesar 1,64," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan Debi Intan Suri saat dihubungi di Jakarta, Rabu.
Kecamatan Pasar Minggu, kata dia, mencatat kasus terbanyak dengan sembilan kasus, kemudian disusul Kecamatan Tebet dengan tujuh kasus.
Sementara itu, sejumlah kecamatan lain, di antaranya Jagakarsa, Kebayoran Baru, dan Mampang Prapatan mencatat jumlah kasus di bawah lima.
Debi mengatakan tren kasus DBD di Jaksel masih menunjukkan kecenderungan menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, meskipun kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan.
Pada 2024, Jakarta Selatan mencatat total 2.513 kasus DBD. Sedangkan pada 2025, tercatat 1.528 kasus atau turun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam penanganannya, sambung Debi, Angka Bebas Jentik (ABJ) di wilayah Jakarta Selatan masih berada pada standar aman yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.
ABJ digunakan sebagai indikator untuk menilai tingkat kebersihan lingkungan dari potensi perkembangbiakan nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD), dengan standar aman ABJ yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan sebesar 95 persen ke atas.
Wilayah dengan ABJ di atas atau sama dengan 95 persen tercatat di Kecamatan Mampang Prapatan (98 persen), Pasar Minggu (97 persen), Jagakarsa (95 persen), Cilandak (95 persen), dan Kebayoran Lama (95 persen).
"Wilayah-wilayah tersebut dinilai relatif baik dalam upaya pemberantasan sarang nyamuk, sehingga potensi perkembangbiakan nyamuk lebih rendah," terang Debi.
Sementara itu, ABJ di bawah 95 persen tercatat di Kecamatan Kebayoran Baru, Pesanggrahan, Pancoran, Setiabudi, dan Tebet. Kondisi ini pun menunjukkan masih banyak rumah atau tempat yang positif jentik, sehingga risiko penularan DBD lebih tinggi.
Oleh sebab itu, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan untuk menekan risiko DBD.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, hingga 22 Januari 2026, tercatat 203 kasus DBD di seluruh wilayah DKI Jakarta.
Baca juga: Ogan Komering Ulu imbau warga terapkan 3M Plus cegah DBD
Baca juga: Dinkes Kaltim menyalurkan ribuan vaksin Qdenga tekan kasus DBD
