Jakarta (ANTARA) - Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian mengatakan bahwa Danantara Indonesia memiliki peran yang krusial untuk menyampaikan kepada dunia usaha internasional bahwa Indonesia sangat terbuka untuk berbisnis dengan banyak negara dalam World Economic Forum (WEF).

Menurut Fakhrul, Danantara bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia diharapkan mampu menunjukkan bahwa Indonesia merupakan titik terang atau bright spot di tengah ketidakpastian dan gejolak ekonomi global yang sedang berlangsung.

"Yang harus disampaikan oleh Danantara dan Kadin, kita harus bisa menunjukkan bahwa Indonesia ini adalah bright spot di antara berbagai macam pergolakan yang sedang terjadi dunia global," ujar Fakhrul di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Guru besar Unej: WEF ajang pencapaian diplomatik Indonesia

Fakhrul menjelaskan bahwa pesan tersebut menjadi penting mengingat banyak negara saat ini cenderung bersikap lebih proteksionis, baik dengan negara tetangga maupun mitra dagang.

Dalam kondisi tersebut, kata Fakhrul, Indonesia dinilai memiliki peluang untuk menawarkan pendekatan berbeda melalui kerja sama yang saling menguntungkan.

Menurutnya, Danantara dan Kadin perlu menegaskan bahwa Indonesia membuka ruang kemitraan yang bersifat mutual benefit, dengan orientasi pada penciptaan nilai tambah bagi semua.

"Kita harus menunjukkan bahwa Indonesia is open for business. Kita hendak mencari hubungan yang saling menguntungkan satu sama lain. Selalu ada cara yang baik dan kita bisa memberi value added," jelasnya.

Lebih lanjut, Fakhrul menyampaikan bahwa Danantara diharapkan dapat mengoptimalkan kehadiran di WEF 2026 sebagai ajang perkenalan strategis Indonesia kepada komunitas global, terutama dalam menarik minat investor dan mitra internasional/

Baca juga: Peneliti BRIN sebut WEF Davos Swiss 2026 ajang strategis pacu industrialisasi RI

Selain itu, Indonesia juga diharapkan mampu memperkuat kepercayaan dunia usaha global serta menegaskan posisinya sebagai mitra yang stabil, terbuka, dan kredibel di tengah dinamika global.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyebutkan kehadiran Indonesia dalam Annual Meeting World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, merupakan bagian dari strategi konsisten diplomasi ekonomi RI di tingkat internasional untuk memacu daya saing.

Kehadiran institusi tersebut, lanjut Rosan, yang juga menjabat Kepala BKPM dan CEO Danantara, bukan langkah yang bersifat insidental, melainkan kelanjutan dari upaya jangka panjang untuk mempromosikan potensi investasi nasional dan memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis global di tengah dinamika ekonomi dunia.

Baca juga: WEF 2026 dan jalan Indonesia sebagai "co-creator" solusi global

Menurut dia, forum WEF menjadi panggung penting bagi Indonesia untuk menyampaikan arah kebijakan dan kesiapan nasional dalam menghadapi tantangan global.

Dalam forum tersebut, Indonesia kembali mengusung pendekatan Indonesia Incorporated melalui sinergi antara pemerintah, pengelola aset negara, dan dunia usaha.

Kehadiran Indonesia Pavilion dengan tema Indonesia Endless Horizons menjadi wadah promosi investasi terpadu sekaligus penegasan keseriusan Indonesia dalam membangun narasi pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

 



Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026