Kupang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur hingga Sabtu sore masih mendata kerusakan yang diakibatkan oleh cuaca ekstrem berupa angin kencang yang terjadi di daerah itu.
“Kita masih mendata, petugas masih lakukan pendataan di beberapa wilayah,” ujar Fredic Moat Aeng dari BPBD Flotim saat dihubungi dari Kupang, Sabtu malam.
Dia mengatakan pendataan dilakukan untuk mengumpulkan secara menyeluruh dampak dari bencana akibat cuaca ekstrem tersebut.
Dari laporan sementara ada sekitar 16 rumah yang dilaporkan hancur karena tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang yang terjadi di daerah itu.
Belasan rumah itu tersebar di Kota Larantuka, ibu Kota Kabupaten Flotim. Dua warga juga dilaporkan tertimpa pohon.
Dia menyebut tim BPBD saat ini terus bergerak ke lokasi terdampak untuk mencari tahu kerusakan-kerusakan lain akibat cuaca ekstrem itu.
Warga yang rumahnya hancur, tambah dia, memilih untuk tinggal di rumah keluarga atau di balai desa yang tidak terdampak.
Selain tertimpa pohon, rumah-rumah yang lain juga atapnya terangkat karena kencangnya tiupan angin.
Sebelumnya Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi mengeluarkan siaran pers berkaitan dengan potensi cuaca ekstrem di NTT mulai dari Sabtu (17/1) hingga 23 Januari pekan depan.
Masyarakat diimbau untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem di NTT.
Baca juga: Puting beliung rusak puluhan rumah di Desa Kotayasa Banyumas pada Jumat sore
Baca juga: Enam kafe di Jimbaran Bali rusak diterjang angin kencang
