Kabupaten Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo menyiapkan langkah rehabilitasi terhadap sumber mata air di Desa Haya-Haya, Kecamatan Limboto Barat.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Gorontalo Risman K. Umar di Gorontalo, Rabu, mengatakan saat ini pihaknya melakukan pemetaan terhadap potensi air bersih dalam upaya penyediaan kebutuhan dasar warga dan penanganan tengkes.
"Ini merespons permintaan Pemerintah Desa Haya-Haya terkait perlunya survei dan pendataan teknis untuk usulan program pengadaan air bersih," ucap dia.
Mata Air Haya-Haya dinilai memiliki debit yang stabil dan kualitas air yang baik untuk menyuplai kebutuhan penduduk di tiga desa sekitar. Namun begitu, pengelolaan sumber airnya masih butuh dimaksimalkan secara terpadu.
"Walaupun dinamakan mata air Haya-Haya, sumber air ini memiliki debit yang cukup baik dan mampu menyuplai kebutuhan air bersih untuk kurang lebih tiga desa di sekitar Haya-Haya. Dari pengamatan awal, kualitas airnya juga tergolong baik," kata dia.
Selain untuk konsumsi, mata air tersebut berpotensi dikembangkan menjadi penunjang sektor pertanian, perikanan, hingga destinasi wisata pemandian alam berkelanjutan.
Pada peninjauan lokasi mata air, Dinas PUPR Kabupaten Gorontalo melibatkan tim gabungan dari Kementerian Kehutanan, Bappenda, TNI/Polri, Perumda Tirta Limutu, hingga SDGs Center Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam rangka penguatan desa binaan.
"Kita turun bersama lintas sektor, termasuk didampingi tim dari Universitas Negeri Gorontalo dalam rangka pemantapan desa binaan di Kabupaten Gorontalo," kata Risman.
Ia menambahkan, infrastruktur mata air tersebut telah berusia lebih dari 40 tahun dan terakhir mendapat pembaruan signifikan pada era kepemimpinan sebelumnya. Saat ini, sebagian fasilitas dilaporkan sudah tidak berfungsi optimal dan membutuhkan peremajaan.
Baca juga: Polres Kuningan usut penggunaan mata air ilegal di kawasan TNGC
Baca juga: Melestarikan sumber mata air di kaki Gunung Salak
Pewarta: Adiwinata SolihinEditor : Erwan Muhadam
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.