Pekanbaru, (ANTARA) - Kepolisian Resor Inderagiri Hilir, Provinsi Riau mengolah tempat kejadian perkara (TKP) serta memasang garis polisi pada lokasi kebakaran pipa gas tanam milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning.
“Lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi setelah api berhasil dipadamkan pada Sabtu (3/1) sekitar pukul 05.41 WIB,” kata Kepala Polres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora dalam keterangannya diterima di Pekanbaru, Sabtu.
Pada kejadian Jumat sore (2/1) itu api yang membumbung tinggi hingga 15 meter selama 14 jam. Setelah kejadian sekitar pukul 19.00 WIB polisi langsung berkoordinasi pihak PT PGI untuk melakukan pendekatan pipa dari dua arah.
“Api sudah padam setelah dilakukan penyekatan aliran gas dari arah Pekanbaru dan Jambi. Saat ini lokasi kami amankan untuk kepentingan olah TKP dan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Kapolres.
Baca juga: Pipa gas PT TGI di Inderagiri Hilir Riau meledak dan terbakar hebat pada Jumat sore
Terkait korban lanjut AKBP Farouk, terdapat enam masyarakat yang mengalami luka berat dan empat warga lainnya mengalami luka ringan. Selain itu, juga terdapat lima truk dan lima sepeda motor yang mengalami kerusakan yang berada tak jauh dari lokasi saat kejadian.
Ada juga tiga bangunan warga berupa usaha tambal ban, tempat penampungan buah sawit, dan tempat cuci motor. “Untuk masyarakat yang menjadi korban saat ini masih menjalani perawatan," ujar AKBP Farouk.
Dia menambahkan setelah kejadian, kepolisian bersama pemerintah daerah juga mendirikan posko di sekitar lokasi untuk memudahkan koordinasi penanganan dan pemantauan situasi. Dalam olah TKP di lokasi hadir sejumlah personel dari Polda Riau serta Dunas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Riau turut dilibatkan dalam penanganan peristiwa ini.
“Hingga kini penyebab pasti kebakaran masih kami dalami. Tim gabungan sedang bekerja mengumpulkan keterangan saksi dan bukti di lapangan,” jelas Kapolres.
Dia menjelaskan, kebakaran pipa gas terjadi pada Jumat (1/1) sekitar pukul 16.35 WIB di Dusun Nibul. Awalnya, warga mendengar suara ledakan keras sekitar pukul 16.00 WIB yang diduga berasal dari kebocoran pipa gas, sebelum api menyembur dengan ketinggian mencapai sekitar 15 meter.
“Lokasi kejadian berada di jalur lintas timur yang menghubungkan Pekanbaru dan Jambi. Demi keselamatan, arus lalu lintas di jalur tersebut sempat dihentikan sementara hingga kondisi dinyatakan aman,” ujar Kapolres.
