Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Kepolisian Resor Malang memperkuat penerapan pola pengamanan di 183 titik tempat wisata di Kabupaten Malang, Jawa Timur, selama masa libur akhir tahun, yakni Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Kepala Seksi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinanjar di Kabupaten Malang, Jumat, mengatakan ratusan destinasi wisata yang terdiri dari pantai dan pegunungan itu berpotensi mengalami lonjakan jumlah wisatawan yang signifikan sehingga perlu menjadi atensi dari kepolisian selama Operasi Lilin Semeru 2025.
"Polres Malang meningkatkan patroli di tempat-tempat wisata yang ramai dikunjungi masyarakat, tujuannya mencegah gangguan keamanan," kata Bambang.
Bambang menyebut mekanisme pengamanan meliputi pengawasan arus masuk dan keluar kendaraan serta aktivitas wisatawan di setiap lokasi pariwisata.
Polisi bersama petugas gabungan yang disebarkan di masing-masing titik, dipastikan memberikan respons cepat terhadap laporan terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Selain itu, dia menyatakan petugas gabungan juga melakukan pemantauan melalui patroli intens di setiap jalur yang menjadi rute ke arah destinasi pariwisata di wilayah Kabupaten Malang.
Patroli yang dilakukan untuk memastikan keselamatan wisatawan ketika melintas jalur wisata, sekaligus memaksimalkan penanganan kejadian kedaruratan, seperti kecelakaan dan bencana alam.
"Petugas terus secara aktif memberikan imbauan kepada wisatawan agar mereka senantiasa mematuhi seluruh aturan keselamatan, terutama di lokasi wisata alam yang memiliki potensi risiko," ucap dia.
Polres Malang juga menyiagakan personel di Pos Pengamanan (Pospam) dan Pos Pelayanan (Posyan) Operasi Lilin yang tersebar di sejumlah titik strategis.
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada petugas terdekat atau menghubungi layanan darurat 110 jika membutuhkan bantuan kepolisian," kata dia.
Dia berharap upaya ini mampu menciptakan situasi Kabupaten Malang yang aman dan kondusif selama libur akhir tahun.
