Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Istimewa di sekitar Masjid Nurul Wathon, Cibinong, Kamis, sebagai upaya menekan harga pangan dan membantu masyarakat memperoleh sembako murah selama bulan Ramadhan.

Kegiatan yang dilaksanakan melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor tersebut menjadi bagian dari langkah pengendalian inflasi daerah saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), ketika harga bahan pokok cenderung mengalami kenaikan.

Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Sutriana, mengatakan, pelaksanaan GPM merupakan arahan Bupati Bogor untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.

“Hari ini kami melaksanakan kegiatan Gerakan Pangan Murah sesuai arahan Bapak Bupati melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor. Tujuannya untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok yang murah dan berkualitas, sekaligus sebagai upaya pengendalian inflasi,” kata Sutriana.

Baca juga: Kinerja setahun Bupati Bogor gelar 546 Gerakan Pangan Murah

Ia menjelaskan, pada tahun 2026 GPM Istimewa direncanakan dilaksanakan sekitar 50 kali oleh Dinas Ketahanan Pangan. Hingga saat ini, kegiatan tersebut telah digelar sekitar tujuh kali di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor.

Selain pelaksanaan oleh pemerintah kabupaten, masing-masing kecamatan juga ditargetkan menggelar GPM sebanyak 11 kali sepanjang tahun. Dengan skema tersebut, total kegiatan GPM di Kabupaten Bogor diperkirakan mencapai sekitar 490 hingga 500 kegiatan hingga akhir tahun.

Menurut Sutriana, GPM Istimewa dilaksanakan pada momentum HBKN seperti Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, serta Natal dan Tahun Baru, mengingat pada periode tersebut harga bahan pokok biasanya mengalami peningkatan.

Adapun komoditas yang dijual meliputi beras, telur, minyak goreng, gula, daging ayam, daging sapi, aneka sayuran, cabai, bawang, serta kebutuhan pokok lainnya.

Baca juga: Gerakan Pangan Murah Bogor jangkau 1,6 juta warga sepanjang 2025

Harga yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan harga pasar karena adanya subsidi atau fasilitas distribusi pangan dari Pemerintah Kabupaten Bogor sekitar Rp4.000 per kilogram untuk komoditas tertentu.

Pada pelaksanaan GPM Istimewa kali ini, kegiatan diikuti lebih dari 750 warga. Stok yang disediakan antara lain beras 5,5 ton, daging ayam 100 kilogram, daging sapi 100 kilogram, minyak goreng 1.000 liter, telur 700 kilogram, gula 1.000 kilogram, cabai 80 kilogram, serta bawang 80 kilogram.

Dalam pelaksanaannya, GPM tidak menggunakan sistem paket sehingga warga dapat membeli komoditas sesuai kebutuhan masing-masing. Pemerintah menerapkan pembatasan jumlah pembelian, misalnya maksimal dua kemasan per orang untuk komoditas tertentu, guna menjaga pemerataan.

Baca juga: Polres Bogor gelar Gerakan Pangan Murah stabilisasi harga beras

Salah satu warga, Eka mengaku program tersebut sangat membantu masyarakat karena harga sembako yang ditawarkan lebih murah dibandingkan harga di pasar maupun swalayan.

“Terima kasih pak Bupati Bogor, program ini benar-benar membantu kami, khususnya ibu-ibu rumah tangga,” ujarnya.

Ia berharap pelaksanaan GPM dapat diperluas ke lebih banyak wilayah dengan jumlah stok yang ditambah, mengingat tingginya antusiasme warga yang membuat antrean panjang dan stok cepat habis.

Pemerintah Kabupaten Bogor merencanakan pelaksanaan GPM Istimewa sebanyak lima hingga tujuh kali lagi selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.(KR-MFS)



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026