Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, membantu petani mengembangkan agrowisata menyambut kepindahan ibu kota negara Indonesia dari Jakarta ke sebagian wilayah di kabupaten itu, yakni di Kecamatan Sepaku.
"Pemerintah kabupaten programkan bantuan bibit tanaman buah kepada petani," ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara Gunawan ketika ditanya mengenai mengembangkan tanaman buah di Penajam, Selasa.
Baca juga: PTPN pastikan pemanfaatan lahan agrowisata Gunung Mas di Puncak Bogor sesuai aturan
"Juga diprogramkan penyuluh pertanian melakukan pendampingan kepada petani, untuk mengembangkan agrowisata," tambahnya.
Pemerintah Desa Suka Raja, Kecamatan Sepaku telah membentuk Kampung Buah pada tahun ini, lanjut dia, memanfaatkan dana karbon atau kompensasi penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dari Bank Dunia.
Baca juga: Kementrans kembangkan agrowisata alpukat di di lokasi transmigrasi Tanjung Banun Batam
Bantuan dana karbon sekitar Rp240 juta
dari Bank Dunia yang disalurkan melalui Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur digunakan Pemerintah Desa Sukaraja untuk pengadaan bibit buah-buahan.
Kampung Buah Desa Sukaraja memiliki luas 12 hektare, ditanami berbagai jenis bibit buah-buahan, antara lain mangga, durian, kelengkeng dan jambu air.
Langkah awal pengembangan agrowisata pada tahun ini, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara memberikan bantuan bibit buah-buahan kepada petani di Kelurahan Pemaluan, Kecamatan Penajam.
"Bantuan sekitar 2.200 bibit tanaman buah-buahan diberikan kepada petani di Kelurahan Pemaluan," jelasnya.
Bantuan bibit tanaman buah yang telah disalurkan kepada petani di Kelurahan Pemaluan, antara lain, durian, nangka, kelengkeng dan jambu kristal.
"Tahun ini sudah memberikan bantuan
bibit tanaman buah khusus wilayah Pemaluan, dan didorong ke depan bisa dikembangkan menjadi agrowisata,” katanya.
Pemerintah kabupaten juga mendorong masyarakat untuk menanam tanaman buah-buahan di setiap pekarangan rumah untuk menyongsong IKN, sebagai upaya
meningkatkan perekonomian warga, demikian Gunawan.
