• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News bogor
Rabu, 7 Januari 2026
Antara News bogor
Antara News bogor
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • Muhaimin yakin tidak ada maksud lain dari kelakar Presiden "PKB harus diawasi"

      Muhaimin yakin tidak ada maksud lain dari kelakar Presiden "PKB harus diawasi"

      2 jam lalu

      Presiden Prabowo minta 18 proyek hilirisasi "peletakan batu pertama" selambatnya Maret

      Presiden Prabowo minta 18 proyek hilirisasi "peletakan batu pertama" selambatnya Maret

      2 jam lalu

      Pemerintaha RI tekan biaya haji melalui Kampung Haji hingga tambahan penerbangan

      Pemerintaha RI tekan biaya haji melalui Kampung Haji hingga tambahan penerbangan

      2 jam lalu

      Diplomasi Presiden Prabowo hasilkan hotel di Makah untuk Kampung Haji

      Diplomasi Presiden Prabowo hasilkan hotel di Makah untuk Kampung Haji

      3 jam lalu

      Indonesia miliki aset hotel dan lahan di Arab Saudi

      Indonesia miliki aset hotel dan lahan di Arab Saudi

      3 jam lalu

  • Kabar Daerah
      • Bogor Update
      • Depok Update
      • Sukabumi Update
      • Bekasi Update
      • Purwasuka Update
      Bogor arahkan transportasi massal modern lewat trem baterai

      Bogor arahkan transportasi massal modern lewat trem baterai

      2 jam lalu

      Damkar Bogor padamkan kebakaran gudang di Cileungsi

      Damkar Bogor padamkan kebakaran gudang di Cileungsi

      9 jam lalu

      Pemkab Bogor rancang pembangunan dua MPP dekatkan layanan ke masyarakat

      Pemkab Bogor rancang pembangunan dua MPP dekatkan layanan ke masyarakat

      6 Januari 2026 06:39

      905.000 kendaraan melintas Jalur Puncak selama Operasi Lilin

      905.000 kendaraan melintas Jalur Puncak selama Operasi Lilin

      5 Januari 2026 22:10

      Pemkot Depok siapkan pembangunan rumah kemasan tekan biaya produksi pelaku UMKM

      Pemkot Depok siapkan pembangunan rumah kemasan tekan biaya produksi pelaku UMKM

      5 Januari 2026 14:49

      Pemkot Depok tertibkan 4.126 PKL dan bangunan liar selama tahun 2025

      Pemkot Depok tertibkan 4.126 PKL dan bangunan liar selama tahun 2025

      2 Januari 2026 20:34

      Dishub Depok terapkan sistem "full cycle" untuk layanan uji KIR mulai 2 Januari

      Dishub Depok terapkan sistem "full cycle" untuk layanan uji KIR mulai 2 Januari

      1 Januari 2026 12:07

      MUI ajak masyarakat muhasabah dan introspeksi diri pada malam pergantian tahun

      MUI ajak masyarakat muhasabah dan introspeksi diri pada malam pergantian tahun

      1 Januari 2026 08:49

      Pemkab Sukabumi bantu sediakan lahan pembangunan hunian tetap korban pergerakan tanah

      Pemkab Sukabumi bantu sediakan lahan pembangunan hunian tetap korban pergerakan tanah

      2 Januari 2026 15:03

      Pemkab Sukabumi gelar doa lintas agama jelang pergantian tahun

      Pemkab Sukabumi gelar doa lintas agama jelang pergantian tahun

      30 Desember 2025 10:07

      Lalu lintas di GT Cikunir dan GT Ciawi ke Jabodetabek meningkat

      Lalu lintas di GT Cikunir dan GT Ciawi ke Jabodetabek meningkat

      28 Desember 2025 05:58

      Pemerintah pastikan kesiapan Tol Bocimi

      Pemerintah pastikan kesiapan Tol Bocimi

      27 Desember 2025 07:41

      Pemkab Bekasi siap publikasi anggaran wujud transparansi

      Pemkab Bekasi siap publikasi anggaran wujud transparansi

      6 Januari 2026 04:14

      Bupati minta ASN Pemkab Bekasi tingkatkan disiplin dan etos kerja

      Bupati minta ASN Pemkab Bekasi tingkatkan disiplin dan etos kerja

      6 Januari 2026 04:12

      Petugas JTT respons cepat insiden km 6 tol Jakarta-Cikampek

      Petugas JTT respons cepat insiden km 6 tol Jakarta-Cikampek

      5 Januari 2026 20:42

      Pemkab Bekasi persiapkan pelebaran ruas Jalan Pilar-Sukatani

      Pemkab Bekasi persiapkan pelebaran ruas Jalan Pilar-Sukatani

      5 Januari 2026 16:50

      Ekspor keramik Plered Purwakarta menurun signifikan

      Ekspor keramik Plered Purwakarta menurun signifikan

      2 jam lalu

      Jumlah pendatang ke Karawang capai 32.242 orang selama 2025

      Jumlah pendatang ke Karawang capai 32.242 orang selama 2025

      2 jam lalu

      Daop 2 catat zero accident di masa angkutan libur Natal dan Tahun Baru

      Daop 2 catat zero accident di masa angkutan libur Natal dan Tahun Baru

      6 Januari 2026 04:17

      Polres Karawang maksimalkan pemantauan puncak arus balik libur Natal dan tahun baru

      Polres Karawang maksimalkan pemantauan puncak arus balik libur Natal dan tahun baru

      4 Januari 2026 23:55

  • Kesehatan
    • FKG UI perkuat peran sosial kolaborasi alumni pulihkan di Aceh Tamiang

      FKG UI perkuat peran sosial kolaborasi alumni pulihkan di Aceh Tamiang

      2 jam lalu

      Bandarlampung belum terima laporan adanya kasus Superflu

      Bandarlampung belum terima laporan adanya kasus Superflu

      10 jam lalu

      Dinkes Cianjur sebut Superflu dapat diatasi dengan PHBS

      Dinkes Cianjur sebut Superflu dapat diatasi dengan PHBS

      11 jam lalu

      Cegah wabah ASF, Indonesia larang masuk daging babi dari Spanyol

      Cegah wabah ASF, Indonesia larang masuk daging babi dari Spanyol

      11 jam lalu

      Banggai Sulteng tingkatkan pemerataan akses layanan kesehatan

      Banggai Sulteng tingkatkan pemerataan akses layanan kesehatan

      12 jam lalu

  • Iptek
    • AGI harap IGRS dapat dioptimalkan untuk cegah konten radikalisme dalam game anak

      AGI harap IGRS dapat dioptimalkan untuk cegah konten radikalisme dalam game anak

      1 jam lalu

      10 kampus LLDikti Wilayah IX ikuti kinerja PT berdampak Kemdiktisaintek

      10 kampus LLDikti Wilayah IX ikuti kinerja PT berdampak Kemdiktisaintek

      10 jam lalu

      Rektor Itera sebut mahasiswa KKN siap terapkan teknologi untuk desa

      Rektor Itera sebut mahasiswa KKN siap terapkan teknologi untuk desa

      11 jam lalu

      Komisi I DPR: tegaskan pengembang gim daring harus patuhi hukum digital

      Komisi I DPR: tegaskan pengembang gim daring harus patuhi hukum digital

      12 jam lalu

      Xiaomi sebut penyesuaian harga dengan  pertimbangan berbagai faktor

      Xiaomi sebut penyesuaian harga dengan pertimbangan berbagai faktor

      13 jam lalu

  • Artikel
    • Calling Visa Israel dan ujian konsistensi sikap Indonesia

      Calling Visa Israel dan ujian konsistensi sikap Indonesia

      2 jam lalu

      Drama Venezuela: Konflik ekonomi dan posisi Indonesia

      Drama Venezuela: Konflik ekonomi dan posisi Indonesia

      10 jam lalu

      Banjir Sumatera: Ketika alam "bicara" lewat sisa-sisa tubuhnya

      Banjir Sumatera: Ketika alam "bicara" lewat sisa-sisa tubuhnya

      11 jam lalu

      Utang kripto dan keputusasaan di balik pembunuhan anak di Cilegon

      Utang kripto dan keputusasaan di balik pembunuhan anak di Cilegon

      12 jam lalu

      Menegaskan batas kritik dan ujaran kebencian

      Menegaskan batas kritik dan ujaran kebencian

      15 jam lalu

  • Lingkungan Hidup
    • Mensesneg Prasetyo sebut proyek "Waste to Energy" segera diluncurkan di 34 titik

      Mensesneg Prasetyo sebut proyek "Waste to Energy" segera diluncurkan di 34 titik

      3 jam lalu

      Gunung Semeru kembali erupsi disertai letusan setinggi 800 meter dan lava pijar

      Gunung Semeru kembali erupsi disertai letusan setinggi 800 meter dan lava pijar

      10 jam lalu

      Balai Besar TNGGP pastikan aktivitas Gunung Gede-Pangrango masih normal

      Balai Besar TNGGP pastikan aktivitas Gunung Gede-Pangrango masih normal

      11 jam lalu

      BNPB: Wacana swasta beli lumpur di sungai bantu normalisasi sungai

      BNPB: Wacana swasta beli lumpur di sungai bantu normalisasi sungai

      12 jam lalu

      Pemerintah Kota Bandung waspadai penumpukan 200 ton sampah per hari

      Pemerintah Kota Bandung waspadai penumpukan 200 ton sampah per hari

      12 jam lalu

  • Wisata
    • Pemprov Jawa Tengah kembangkan wisata ramah Muslim

      Pemprov Jawa Tengah kembangkan wisata ramah Muslim

      2 jam lalu

      Cianjur targetkan 3 juta wisatawan guna tingkatkan PAD 2026

      Cianjur targetkan 3 juta wisatawan guna tingkatkan PAD 2026

      9 jam lalu

      Devano berperan jadi "jamet" dalam film CAPER

      Devano berperan jadi "jamet" dalam film CAPER

      11 jam lalu

      Pengumuman kelahiran anak Giant Panda pertama di Indonesia di TSI Bogor

      Pengumuman kelahiran anak Giant Panda pertama di Indonesia di TSI Bogor

      12 jam lalu

      Pemerhati sebut kenaikan harga tiket masuk Munas perlu dikaji ulang

      Pemerhati sebut kenaikan harga tiket masuk Munas perlu dikaji ulang

      13 jam lalu

  • Internasional
    • China dukung presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez

      China dukung presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez

      2 jam lalu

      Rusia sambut baik Venezuela dalam lindungi kedaulatannya

      Rusia sambut baik Venezuela dalam lindungi kedaulatannya

      2 jam lalu

      Qatar bahas fase kedua gencatan senjata konflik Jalur Gaza

      Qatar bahas fase kedua gencatan senjata konflik Jalur Gaza

      2 jam lalu

      AS tekan perusahaan untuk produksi senjata lebih cepat

      AS tekan perusahaan untuk produksi senjata lebih cepat

      3 jam lalu

      Rusia: Penguasaan AS atas Greenland hanya soal waktu

      Rusia: Penguasaan AS atas Greenland hanya soal waktu

      10 jam lalu

  • Olahraga
    • Nottingham Forest jauhi zona degradasi setelah menang tipis atas West Ham

      Nottingham Forest jauhi zona degradasi setelah menang tipis atas West Ham

      2 jam lalu

      Aljazair melaju ke perempat final Piala Afrika setelah kalahkan Kongo 1-0

      Aljazair melaju ke perempat final Piala Afrika setelah kalahkan Kongo 1-0

      2 jam lalu

      Juventus hajar Sassuolo 3-0, kembali berada di peringkat empat besar

      Juventus hajar Sassuolo 3-0, kembali berada di peringkat empat besar

      2 jam lalu

      AS Roma kembali ke jalur kemenangan setelah taklukan Lecce 2-0

      AS Roma kembali ke jalur kemenangan setelah taklukan Lecce 2-0

      2 jam lalu

      Kapten Liverpool Van Dijk sebut laga melawan Arsenal tantangan yang bagus untuk Liverpool

      Kapten Liverpool Van Dijk sebut laga melawan Arsenal tantangan yang bagus untuk Liverpool

      12 jam lalu

  • Foto
    • Pengumuman kelahiran anak Giant Panda pertama di Indonesia di TSI Bogor

      Pengumuman kelahiran anak Giant Panda pertama di Indonesia di TSI Bogor

      Selasa, 6 Januari 2026 20:39

      Peningkatan volume penumpang KRL Commuter Line

      Peningkatan volume penumpang KRL Commuter Line

      Senin, 5 Januari 2026 21:27

      Aksi bebersih dan penertiban PKL di Alun Alun Kota Bogor

      Aksi bebersih dan penertiban PKL di Alun Alun Kota Bogor

      Sabtu, 3 Januari 2026 21:27

      Harga BBM turun di awal tahun baru 2026

      Harga BBM turun di awal tahun baru 2026

      Jumat, 2 Januari 2026 5:56

      Pergantian tahun di Kabupaten Bogor

      Pergantian tahun di Kabupaten Bogor

      Kamis, 1 Januari 2026 9:37

  • Video
    • Warga resah biawak masuk permukiman, Damkar siap bertindak

      Warga resah biawak masuk permukiman, Damkar siap bertindak

      Jumat, 2 Januari 2026 8:40

      Arus balik wisata Puncak diperkirakan berlangsung hingga 4 Januari

      Arus balik wisata Puncak diperkirakan berlangsung hingga 4 Januari

      Kamis, 1 Januari 2026 11:57

      Polemik Kebijakan  Prabowo Selama 2025

      Polemik Kebijakan Prabowo Selama 2025

      Kamis, 1 Januari 2026 11:46

      Car-free night, tahun baru di Jalur Puncak bakal bebas kendaraan

      Car-free night, tahun baru di Jalur Puncak bakal bebas kendaraan

      Rabu, 31 Desember 2025 9:03

      Sepak Bola 2025: Dari haru Timnas Indonesia hingga Trofi Eropa!

      Sepak Bola 2025: Dari haru Timnas Indonesia hingga Trofi Eropa!

      Selasa, 30 Desember 2025 22:18

Maut datang setelah nekat telanjangi bukit Tapanuli

Oleh M. Riezko Bima Elko Prasetyo Kamis, 11 Desember 2025 23:13 WIB

Maut datang setelah nekat telanjangi bukit Tapanuli

Pohon kelapa sawit ditanam di bukit belakang rumah-rumah warga di Kelurahan Hutanabolon, Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo.

Jakarta (ANTARA) - Bukit-bukit Tapanuli mungkin memang terlalu seksi. Semua yang ditanam bisa tumbuh subur, sehingga banyak manusia tergoda menjamah hingga menelanjanginya. Mereka mengupasnya sedikit demi sedikit, lalu banyak demi banyak, sampai kulit alam itu kehilangan warna hijau yang selama ini menutupinya seperti kain panjang yang diwariskan dari ratusan musim.

Pada akhirnya, manusia pula yang terbaring di bawah tumpukan tanah yang mereka telanjangi sendiri. Tidak ada ironi yang lebih sunyi daripada itu.

Dari kejauhan, tubuh-tubuh bukit yang menjulang itu seperti memendam janji: Janji tanah subur. Janji panen. Janji jalan pintas menuju rezeki yang cepat.

Semua terlihat jelas bagi mereka yang memandang dari balik kalkulator, sehingga keberanian atau kenekatan tiba-tiba terasa masuk akal ketika gergaji mesin mulai meraung setiap pagi. Bukit tidak berkata apa-apa. Hanya diam. Sunyi itu kadang lebih menakutkan daripada amarah.

Kini, ketika menatap lereng-lereng yang retak seperti kulit yang dipaksa mengelupas, siapa pun akan tahu bahwa kesabaran alam telah lama mengering. Tanah yang tadinya tenang menahan hujan, menahan musim, kini tidak lagi punya pegangan. Tidak perlu hujan lebat berhari-hari. Kadang-kadang hanya gerimis satu malam pun sudah cukup membuatnya menyerah. Pergerakannya pelan pada awalnya, seperti orang tua yang berdiri dari duduknya. Lalu tiba-tiba, ia runtuh tanpa suara Tanpa sempat mengeluh.

Tanah tidak membalas. Ia hanya mencari keseimbangannya sendiri. Apa yang hilang darinya akan digantikan oleh sesuatu yang lain,  dan apa yang diambil manusia darinya akan suatu hari dikembalikan dengan cara yang tidak pernah diinginkan. Tepian bukit yang dipotong, sungai yang alurnya dijungkirbalikkan, semua itu menunggu waktunya. Longsor bukan kemarahan. Ia hanyalah pengembalian.

Warga Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, masih mengingat semua itu dengan tubuh yang bergetar. Pada Kamis (25/11) sekitar pukul 08.00 WIB, suara gemuruh dari arah hulu terdengar seperti puluhan batang pohon yang direbahkan sekaligus.

“Molo masa do gunung maralom, unang nami adong mambahen (Kalau gunung akan meletus, janganlah kita yang menyebabkan),” kata Hura (35) seorang warga saat menengok rumah mereka yang sudah rata dengan tanah disapu banjir bandang tanpa memberi waktu bagi siapa pun berlari.

Dari ketinggian, air bah datang bagaikan ombak laut yang membawa balok-balok kayu hutan, bongkahan tanah, batu besar, serta potongan akar yang tercabut seperti urat yang direnggut paksa. Arus itu menghantam apa saja. Kandang ternak, dapur, masjid dan gereja hingga jembatan, semua terseret tanpa bunyi selain dentuman yang membuat tanah bergetar.

“Ai torang tabo pe jolma, alai ndang adong sampe sedetik pun asa marlari,” ujar mama Jalita ditempat yang sama, bercerita bahwa saat itu ia melihat air masuk ke halaman rumahnya dan ia tidak sempat menyelamatkan apa pun.

 

Batang pohon hanyut bersama banjir bandang di Kelurahan Hutanabolon, Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. (ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo) (ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo)

 

Pada jam-jam pertama setelah air bah menyapu permukiman, warga mencari anggota keluarga mereka dengan tangan kosong. Lumpur masih hangat, beruap pelan, dan bau kayu basah bercampur dengan aroma tanah yang teraduk. Beberapa orang menggali dengan cangkul, beberapa hanya dengan jari-jari yang gemetar. Mereka menyebut satu nama berulang-ulang seperti doa yang kehilangan arah.

Di antara sobekan kayu dan bongkahan batu, mereka menemukan sandal, potongan kain, foto-foto kenangan. Di tempat lain, warga membentuk barisan, menyisir alur sungai yang berubah, berharap ada tubuh yang tersangkut di batang pohon, atau apapun yang hilang masih dapat kembali dalam bentuk apa pun.

Ketika malam turun, listrik padam. Sepanjang jalan Humala Tambunan --jalan utama di Hutanabolon-- tertutup lumpur setinggi lutut dan batang-batang pohon yang roboh menutup badan jalan. Senter dan lampu dari telepon genggam menjadi satu-satunya cahaya yang menembus gelap pekat.

Setiap langkah mengeluarkan bunyi lengket dari lumpur, dan di kejauhan terdengar runtuhan kecil susulan dari bukit yang belum menemukan keseimbangannya. Bau tanah basah menggantung di udara, tajam dan dingin, seperti pengingat bahwa bencana belum selesai sepenuhnya.

Ketika gelap itu perlahan naik dari lembah menuju lereng, barulah warga menyadari bahwa apa yang mereka alami bukan hanya banjir sesaat, melainkan keruntuhan besar yang berakar jauh ke atas bukit.

Cahaya pagi berikutnya menyingkap bukan hanya rumah-rumah yang hilang, tetapi juga tubuh alam yang koyak dari hulu hingga ke hilir. Dari sinilah cerita bencana itu melebar, menampakkan wilayah terdampak yang jauh lebih luas daripada yang dibayangkan siapa pun malam sebelumnya.

Di Lingkungan IV Hutanabolon, Asidin Sitompul (62), duduk seperti orang yang sedang mengingat sesuatu yang tak pernah ia bayangkan akan ia saksikan. Ia bercerita bagaimana petani karet mulai meninggalkan pohon-pohon tua mereka sekitar sepuluh tahun lalu. Harga getah karet terjun bebas hingga harga terendah, Rp10-12.000 per kilogram dari sebelumnya bisa menyentuh Rp20-27.000 per kilogram.

Asidin juga mengakui saat ini mayoritas petani karet (Hevea brasiliensis) dirundung gelisah karena tak hanya harga yang turun,  produktivitasnya pun berkurang. Dari empat hektar kebun karet miliknya, hanya menghasilkan sekitar 2 ton saja. Itu jauh menyusut dari sebelumnya yang bisa mencapai 3-4 ton per tahun. Dengan begitu penghasilan petani jauh dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di situlah kelapa sawit tampak seperti satu-satunya harapan warga yang tersisa. Terpengaruh dari obrolan warung kopi tentang kisah sukses warga kampung sebelah yang jadi kaya raya nan sejahtera karena sawit. Bahkan tanaman bernama latin Elaeis guineensis itu kini mulai menggantikan pohon durian yang dulu tumbuh lebat - memberi penghidupan bagi banyak warga Hutanabolon.

Kondisi itu dibenarkan oleh Polma Pakpahan, Lurah Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah.

Polma hanya bisa mengangguk ketika ditanya soal illegal logging dan alih fungsi lahan. Kayu dipotong, dijual diam-diam. Lahan dibuka luas-luas untuk sawit. Ratusan hektare hutan hilang seakan tidak pernah ada, didorong oleh pemodal dari dalam dan luar Tapanuli.

"Banyak pemain-pemainnya di sini pak. Saya tidak bisa berbuat banyak," kata dia saat ditemui ANTARA. Ia bercerita dalam beberapa bulan terakhir pemerintah daerah tengah gencar menyosialisasikan larangan menanam sawit.  Namun, bukit-bukit itu sudah kadung dibabat yang akhirnya berbuah longsor.

Menurut Polma, dia sempat mendapati beberapa titik tebing bukit runtuh hingga membentuk danau berdiameter belasan meter yang airnya tidak langsung turun karena tertahan oleh batang-batang pohon raksasa yang tumbang bersama tanah.

Temuan lapangan menunjukkan hal yang lebih gelap lagi. Lokasi terjamah tersebar dari Bukit Malaka hingga Bukit Sigiring-giring. Sampai ke Tapian Nauli, setiap bukit kini memiliki bekas longsoran.

Hutan yang dulu menjadi penjaga berubah menjadi kebun karet, setelah tidak lagi menghasilkan karet ditebang dan dibakar. Sementara warga sudah menyiapkan bibit sawit. Ini sangat mudah ditemui, sawit setinggi 10-15 centimeter terusun rapi dalam polybag di banyak halaman rumah warga. Alih-alih untung justru inilah yang mengundang bencana.

Padahal Hutanabolon itu perbukitan curam lebih dari 25 derajat dan sekaligus dikepung oleh aliran sungai. Itu sudah sangat jelas tidak cocok untuk ditanami kelapa sawit, salah satunya diatur dalam UU 32/2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan Peraturan Pemerintah nomor 38/2011 tentang Sungai, maupun pedoman standar Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Hasil pemetaan, ditemukan di balik perbukitan yang menjulang 500 meter di atas permukaan laut (DPL), terdapat PLTA Sipansihaporas. Di bawahnya mengalir Sungai Aek Sommanggita, Aek Godang, Aek Hopong Na Dao, dan Aek Paru yang mengarah ke Hutanabolon. Namun longsor telah mengubah semua alur ini. Sungai-sungai itu mencari jalan baru, menabrak sawah, merobek jalan utama, menghancurkan rumah, dan menyeret batu sebesar enam meter lebih seperti mainan.

Tiga kilometer dari arah timur laut permukiman di Lingkungan IV Hutanabolon, ada sebuah destinasi wisata air terjun Pondok Bambu yang ikut runtuh kehilangan hulunya. Menurut warga setempat, bukit wisata alam itu sudah gundul sejak tahun lalu, sekarang kondisinya sudah rata dan airnya mengalir tanpa henti ke permukiman warga.

Hari ke-15 pascabencana, angka korban masih diperbarui. Di Hutanabolon saja sepuluh jiwa ditemukan meninggal. Sedikitnya ada 15 orang masih dinyatakan hilang, sebagian besar ada di Lingkungan IV yang sudah tampak seperti latar film perang. Rumah-rumah milik lebih dari 150 keluarga hancur bahkan separuh sudah tak rata dengan tanah. Dalam skala lebih luas, Tapanuli Tengah mencatat 110 orang meninggal, 93 orang hilang, dan ratusan ribu jiwa mengungsi posko darurat.

Tegas sekali bencana ini bukan sekadar tentang curah hujan tinggi karena dinamika atmosfer atau sekadar tanah yang runtuh. Ia adalah cerita panjang akibat ulah manusia itu sendiri yang nekad menelanjangi bukit dari tutupan hutan. Selama keseimbangan itu terus diabaikan, tragedi hanya menunggu giliran untuk kembali turun dari lereng.

Maut itu tidak pernah datang tergesa-gesa. Ia berjalan perlahan seperti embun yang turun tanpa suara. Ia menunggu manusia membuka celah pertama di tubuh bukit yang selama ini diam menjaga rahasianya. Setiap tebasan batang yang tumbang, setiap alur air yang dipaksa berubah arah, adalah undangan yang tidak diucapkan.

Ketika akhirnya maut itu datang, ia tidak mengetuk pintu. Ia datang sebagai tanah yang pecah, air yang menerjang, batu yang meluncur. Ia datang sebagai malam gelap yang memeluk apa pun yang berdiri di bawah bukit. Rumah, jalan, ladang, manusia. Semua tanpa dipilih-pilih.

Setelahnya, aliran sungai rusak hingga air mengalir dari banyak sisi. Bukit berdiri telanjang memamerkan luka yang terlalu lebar untuk ditatap. Dan manusia kembali membangun, mencoba berdamai dengan tanah hutan yang mereka sakiti sendiri. Begitulah maut datang di Tapanuli: Pelan, gelap, lalu menghilang, meninggalkan manusia dengan sebuah pertanyaan apakah semua puas dengan dampak dari kerusakan alam ini?

Di desa-desa yang berdiri di bawah bayangan bukit, cerita tentang “suara tanah” bukan mitos. Retakan halus di tengah malam, geseran kecil yang hanya terdengar oleh mereka yang terbiasa berjaga hingga larut, serta getaran samar kerap mengirimkan bisikan peringatan. Namun, tak semua telinga mau mendengarnya. Suara tanah sering tenggelam oleh deru mesin, oleh kekhawatiran perut hari ini, oleh pikiran-pikiran sederhana yang hanya ingin bertahan hidup dengan cara apa pun.

Hidup di Hutanabolon berjalan seperti air sungai yang tidak pernah menoleh ke belakang. Petani tetap naik ke ladang. Sopir tetap melaju melewati tikungan sempit di tepi jurang. Anak-anak masih bermain di batas rumah yang rapuh, seolah bahaya hanyalah angin lewat dari lembah. Ketika tanah akhirnya merosot, bukit tidak memilih. Ia memeluk apa pun yang ada di bawahnya dalam gelap: rumah, jalan, ladang, manusia. 

Setelah itu, seperti siklus yang tidak pernah selesai, manusia kembali. Mereka menggali lumpur, menegakkan papan baru, menumpuk batu untuk fondasi rumah yang sama, di tempat yang sama. Ketabahan dan keterpaksaan tidak lagi bisa dibedakan. Tanah rawan tetap tanah yang mereka miliki. Dan bagi sebagian orang, itu sudah cukup.

Namun tahun ini, gelapnya lebih pekat. Bukan hanya karena hujan ekstrem akibat siklon Senyar, tetapi karena tanah itu sendiri sudah diganggu jauh sebelum bencana datang. Di Kelurahan Hutanabolon, kerusakan itu tampak jelas seperti luka yang tidak sempat dibalut. Hutan perbukitan telah lama dipangkas untuk sawit. Kulit bukit yang dulu tebal kini hanya menyisakan garis-garis tipis yang mengarah pada kehancuran.

Uploader : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Whatsapp
  • facebook
  • twitter
  • email
  • pinterest
  • print

Berita Terkait

S.O.S dari Hutanabolon

S.O.S dari Hutanabolon

9 Desember 2025 12:52

Kebun dan sawah siap panen rusak akibat banjir di Huta Nabolon Sumut

Kebun dan sawah siap panen rusak akibat banjir di Huta Nabolon Sumut

8 Desember 2025 06:39

Warga Huta Nabolon Sumut bertahan di tengah gelap dan  dinginnya malam tanpa pakaian bersih

Warga Huta Nabolon Sumut bertahan di tengah gelap dan dinginnya malam tanpa pakaian bersih

8 Desember 2025 06:21

TNI gencarkan layanan kesehatan bagi warga terdampak bencana di Tapanuli Tengah

TNI gencarkan layanan kesehatan bagi warga terdampak bencana di Tapanuli Tengah

3 Januari 2026 10:59

Unimed kirim Tim PkM tanggap darurat bencana ke Tapanuli Tengah

Unimed kirim Tim PkM tanggap darurat bencana ke Tapanuli Tengah

30 Desember 2025 15:40

Mendagri sebuut hunian tetap korban bencana di Tapanuli Tengah mulai dibangun

Mendagri sebuut hunian tetap korban bencana di Tapanuli Tengah mulai dibangun

21 Desember 2025 21:50

BNPB pastikan mobil tangki air bersih beroperasi untuk digunakan di Tapteng

BNPB pastikan mobil tangki air bersih beroperasi untuk digunakan di Tapteng

21 Desember 2025 09:28

TNI AD dan warga bersama sama  bersihkan fasum dari lumpur di Aceh Utara

TNI AD dan warga bersama sama bersihkan fasum dari lumpur di Aceh Utara

4 Januari 2026 17:56

Terpopuler

Polisi tangkap dua pencopet yang beraksi saat HBKB di Bundaran HI

Polisi tangkap dua pencopet yang beraksi saat HBKB di Bundaran HI

DKI Jakarta harus antisipasi superflu

DKI Jakarta harus antisipasi superflu

49.755 wisatawan berkunjung ke kawasan TNBTS saat periode libur akhir tahun

49.755 wisatawan berkunjung ke kawasan TNBTS saat periode libur akhir tahun

Bupati Karawang mutasi dan rotasi ASN besar-besaran di malam tahun baru

Bupati Karawang mutasi dan rotasi ASN besar-besaran di malam tahun baru

Pertamina siapkan sanksi terberat agen BBM industri timbun solar subsidi di Bali

Pertamina siapkan sanksi terberat agen BBM industri timbun solar subsidi di Bali

Top News

  • AGI harap IGRS dapat dioptimalkan untuk cegah konten radikalisme dalam game anak

    AGI harap IGRS dapat dioptimalkan untuk cegah konten radikalisme dalam game anak

    1 jam lalu

  • Calling Visa Israel dan ujian konsistensi sikap Indonesia

    Calling Visa Israel dan ujian konsistensi sikap Indonesia

    2 jam lalu

  • Muhaimin yakin tidak ada maksud lain dari kelakar Presiden "PKB harus diawasi"

    Muhaimin yakin tidak ada maksud lain dari kelakar Presiden "PKB harus diawasi"

    2 jam lalu

  • Presiden Prabowo minta 18 proyek hilirisasi "peletakan batu pertama" selambatnya Maret

    Presiden Prabowo minta 18 proyek hilirisasi "peletakan batu pertama" selambatnya Maret

    2 jam lalu

  • Bogor arahkan transportasi massal modern lewat trem baterai

    Bogor arahkan transportasi massal modern lewat trem baterai

    2 jam lalu

Antara News bogor
megapolitan.antaranews.com
Copyright © 2026
  • Top News
  • Terkini
  • RSS
  • Twitter
  • Facebook
  • Kabar Daerah
  • Ekonomi
  • Iptek
  • Artikel
  • Lingkungan Hidup
  • Wisata
  • Internasional
  • Olahraga
  • Ketentuan Penggunaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman
  • Kebijakan Privasi
  • BrandA
  • ANTARA Foto
  • Korporat
  • PPID
  • www.antaranews.com
  • Antara Foto
  • IMQ
  • Asianet
  • OANA