Jakarta (ANTARA) - Universitas Negeri Medan (Unimed) merespons cepat bencana alam yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah Sumatra Utara dengan mengirimkan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tanggap Darurat Bencana.
Meski terkendala akses jalan yang tertutup longsor di beberapa titik, tim berhasil mencapai lokasi penyaluran bantuan logistik dan teknologi tepat guna.
Tim yang dilepas langsung oleh Rektor Unimed Prof Dr Baharuddin ST MPd ini menyasar dua desa terdampak parah, yakni Desa Hutanabolon dan Desa Huraba. Misi kemanusiaan ini didukung oleh pendanaan dari DPPM Kemdiktisaintek.
Berbeda dengan bantuan pada umumnya, Unimed membawa inovasi teknologi untuk mengatasi krisis di lokasi bencana. Bantuan yang diserahkan meliputi dua set filter air bersih, dua unit generator set (genset), lampu darurat (emergency lamp), serta dua set panel surya yang merupakan hibah dari Pusat Unggulan Inovasi LPPM Unimed.
Selain teknologi, tim juga mendistribusikan kebutuhan sandang dan pangan, termasuk peralatan mandi, alas tidur, selimut, kelambu. Donasi Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unimed berupa pakaian layak pakai juga turut diserahkan kepada masyarakat.
Ketua Tim PkM Unimed Roni Sinaga menjelaskan fokus utama intervensi timnya adalah pemulihan kebutuhan dasar. Semangat kemanusiaan tim PkM Unimed tak surut. Membawa misi Tanggap Darurat Bencana dari DPPM Kemdiktisaintek, mereka hadir bukan sekadar membawa sembako, melainkan membawa 'cahaya' dan 'air kehidupan' bagi lebih dari 400 kepala keluarga yang terdampak dan dua posko pengungsi.
"Jalur menuju lokasi cukup menantang karena banyaknya titik longsor. Namun, prioritas kami adalah memastikan pasokan air bersih dan sumber listrik darurat segera sampai, mengingat infrastruktur di desa tersebut lumpuh," ujar Roni.
Hujan lebat masih mengguyur Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, ketika rombongan Unimed tiba di perbatasan Desa Hutanabolon dan Desa Huraba. Bantuan diterima langsung oleh Danposko Pelda Raynol Hermes Tambunan (TNI). Di tengah hujan, warga terlihat antusiasme bergotong-royong bersama mahasiswa dan dosen menurunkan logistik.
Sri Rafiah, salah satu perwakilan warga, mengungkapkan rasa harunya atas kehadiran tim Unimed.
"Kami kehilangan rumah dan harta benda. Listrik juga belum pulih sepenuhnya. Bantuan panel surya dan genset ini sangat berarti untuk penerangan dan komunikasi kami," ungkapnya.
Tim gabungan ini terdiri dari kolaborasi lintas disiplin ilmu, melibatkan dosen (Artha Mahindra Diputera, Asiah, Muhammad Dani Solihin, Mahfuzi Irwan, Anada Leo Virganta, Erwita Ika Violina, Syahputra Manik, Filli Azandi), tenaga kependidikan (Muhammad Azhari), serta mahasiswa (Azizah Nayla, Dito Aditya, Fareed Ahmad, Eskiel Nanda, dan Helmi Reza).
Berdasarkan hasil observasi lapangan, tim Unimed berkomitmen melakukan program tindak lanjut pemulihan pascabencana berbasis inovasi, menegaskan peran kampus sebagai institusi yang responsif terhadap isu kemanusiaan di Sumatra Utara.
Pewarta: AntaraEditor : Feru Lantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026