Kota Bogor (ANTARA) - Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut distribusi pupuk kini jauh lebih mudah diakses petani karena instrumen penyalurannya telah terintegrasi melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Ferry menyampaikan hal tersebut dalam Food & Agriculture Summit (FAS) V 2025 yang digelar Himpunan Alumni IPB dan Forum Mahasiswa Pascasarjana IPB di IICC Botani Square, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa.
Menurut dia, perubahan skema distribusi membuat kondisi berbalik dibanding sebelumnya ketika petani harus mencari pupuk hingga ke berbagai tingkatan distributor. Kini, kata Ferry, produsen pupuk justru aktif memastikan produk sampai ke petani.
“Sekarang pupuk yang mencari petani karena instrumen distribusinya sudah masuk ke petani, yakni melalui koperasi desa. Padahal sebelumnya petani-petani yang mencari pupuk,” ujarnya.
Ia menjelaskan, distribusi pupuk kini dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran karena pabrik langsung menyalurkan pasokan ke pengecer, termasuk KDMP yang berada di desa-desa.
KDMP, lanjutnya, diharapkan memperkuat sistem distribusi pupuk bersubsidi dan nonsubsidi agar proses penebusan lebih mudah dan tidak berbelit. Integrasi itu juga menjadi tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 serta mendukung Asta Cita Presiden.
Selain sebagai penyalur pupuk, KDMP berfungsi menyerap hasil panen petani. “Nantinya koperasi akan menjadi offtaker produk pangan, di antaranya hortikultura. KDMP bisa membantu pascapanen dan penyerapan sehingga memperkuat produksi pertanian,” kata Ferry.
Ia menambahkan, pemerintah menyiapkan plafon kredit Rp3 miliar bagi setiap KDMP untuk memperluas akses permodalan sekaligus mendorong berbagai aktivitas pangan di desa.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono yang hadir dalam forum tersebut mengatakan masukan dari IPB University serta jajaran alumninya sangat penting bagi perbaikan kebijakan nasional, terutama sektor pangan dan energi yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Soebianto.
“Presiden sudah jelas, kita harus mencapai swasembada pangan agar tidak tergantung sama negara lain, khusus untuk urusan pangan dan energi,” ujarnya.
Ia menilai banyak peluang yang bisa diambil alumni dan sivitas akademika IPB, mulai dari pertanian, hortikultura hingga dukungan pada masa transisi energi nasional.
FAS V 2025 tahun ini mengangkat tema Evaluasi Saintifik Satu Tahun Kebijakan Pemerintah Bidang Ketahanan Pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Koperasi Merah Putih, bertepatan dengan satu tahun masa pemerintahan Prabowo Soebianto.
Menkop: Pupuk kini lebih mudah diakses lewat koperasi desa
Selasa, 25 November 2025 20:09 WIB
Food & Agriculture Summit (FAS) V 2025 yang digelar Himpunan Alumni IPB dan Forum Mahasiswa Pascasarjana IPB di IICC Botani Square, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/11/2025). ANTARA/HO-HA IPB
