Jakarta (ANTARA) - Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan bahwa Kementerian Koperasi mendukung penguatan koperasi berbasis masjid sebagai pusat perputaran ekonomi umat.

Saat meresmikan Koperasi Masyarakat Cinta Masjid Indonesia (MCMI) di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Sabtu (14/3), dia menekankan bahwa masjid tidak boleh hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga harus menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ferry dikutip dari keterangan pers, Minggu menyatakan bahwa Kementerian Koperasi (Kemenkop) berkomitmen penuh mendampingi, membina, hingga memberikan akses pembiayaan bagi koperasi berbasis masjid.

“Kapasitas Kementerian Koperasi memang bertugas membina koperasi. Kami memiliki Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang siap membantu pengembangan kegiatan koperasi MCMI,” ujarnya.

 

Ia berharap Koperasi MCMI dapat menjadi model bagi pembentukan koperasi masjid di berbagai daerah, meniru keberhasilan Koperasi Pondok Pesantren di Jawa Timur yang telah memiliki aset triliunan rupiah.

Untuk itu, ia menyatakan Kemenkop siap berkolaborasi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Kementerian Agama dalam menyusun peta jalan pembangunan koperasi masjid secara sistematis.

Selain itu, Ferry mengaitkan peran koperasi masjid dengan program besar pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di 83.000 titik. Saat ini, sebanyak 32.000 bangunan fisik sedang dalam proses pengerjaan, dan 2.200 di antaranya telah rampung 100 persen.

Ia mendorong agar koperasi masjid berperan sebagai produsen barang kebutuhan pokok yang dipasarkan melalui jaringan ritel Kopdes.

 

Menkop juga menekankan fungsi koperasi masjid sebagai lembaga keuangan mikro yang melindungi pelaku usaha kecil dari praktik ilegal.

Menurutnya, banyak UMKM di sekitar masjid yang masih perseorangan dan rentan terpinggirkan karena tidak memiliki badan usaha. Koperasi hadir sebagai wadah hukum yang memberi akses permodalan sekaligus perlindungan hukum.

Ketua Umum Pengurus Besar MCMI Wisnu Dewanto menambahkan bahwa ekosistem masjid memiliki potensi besar untuk pemberdayaan umat.

Dengan jumlah sekitar 900.000 masjid di Indonesia, ia yakin kerja sama antar kementerian akan membawa dampak luar biasa.

Baca juga: Menkop dorong pengelolaan dana umatuntuk industri produktif

Baca juga: Menkop lepas ekspor 3 ton manggis Koperasi Produsen Upland Subang Farm ke China

"Masyarakat masjid itu siap menghadapi situasi sulit. Mereka bisa menjadi dapur umum hingga tempat karantina secara mendadak. Jika diberdayakan secara struktural, mereka akan bergerak secara organik seperti mesin untuk mengurus umat," ujar Wisnu.

Ia menyebutkan, saat ini Koperasi MCMI telah membina sedikitnya 100 pelaku UMKM di sekitar Masjid Sunda Kelapa melalui kerja sama dengan berbagai mitra.

 



Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor : Heri Sutarman

COPYRIGHT © ANTARA 2026