Kota Sukabumi (ANTARA) - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin meresmikan Pasim Go Migrant Center di Kota Sukabumi, sebagai pusat penyiapan, pendidikan dan latihan, para lulusan vokasi dan umum untuk mengisi peluang kerja di luar negeri.

Diskominfo Kota Sukabumi, Jawa Barat, Jumat, menyampaikan dalam peresmian yang juga dihadiri oleh Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki pada Kamis (20/11) itu, dilakukan pula penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara Kementerian P2MI dengan Yayasan Pasim dan Kementerian P2MI dengan Universitas Nasional Pasim Bandung, untuk mengisi peluang kerja di luar negeri.

Disebutkan bahwa Menteri P2MI Mukhtarudin menyampaikan terdapat sekitar 290 ribu lowongan pekerjaan di luar negeri, dan angka pelamar baru mencapai sekitar 20 persen. Oleh karena itu Menteri mengimbau masyarakat memanfaatkan keberadaan Pasim Go Migrant Center untuk menjalani karir ke luar negeri.

Baca juga: Menteri P2MI sosialisasikan SMK Go Global di Kota Sukabumi

Menteri P2MI menjelaskan peresmian Pasim Go Migrant Center sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto tentang sistem terintegrasi dari hulu ke hilir terkait pengiriman pekerja migran Indonesia untuk mengisi pasar kerja luar negeri.

"Ini sesuatu yang positif bagi Pemerintah Kota Sukabumi dan Jawa Barat dalam mengatasi lapangan pekerjaan. Pasim merupakan mitra strategis pemerintah, kami sangat terbantu dengan kehadiran Pasim Go Migrant Center. Kami dorong terus kepada seluruh stakeholder agar kita bisa bersinergi, memanfaatkan peluang di luar negeri," kata Mukhtarudin.

Menteri P2MI juga menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pekerja migran. Nilai KUR 2025 sebesar Rp210 miliar, baru tersalurkan Rp64 miliar, sehingga masih banyak yang bisa disalurkan.

Baca juga: Karding titip "PR" pelindungan PMI kepada Mukhtarudin

"Silakan pemerintah daerah, Pasim mengajukan. Pinjaman hingga Rp100 juta dengan bunga 6 persen. Ini untuk membantu pekerja migran yang tidak punya kemampuan biaya supaya bisa tetap berangkat, nanti dicicil dari hasil kerja.

Wali Kota Sukabumi menyatakan dukungan Pemerintah Kota Sukabumi terhadap program Kementerian P2MI, karena hal ini selaras dengan target penurunan angka pengangguran dan kemiskinan.

Ia juga mengharapkan keberadaan Pasim Go Migrant Center akan menghindarkan calon pekerja dari risiko keberangkatan non-procedural atau illegal.



Pewarta: Erwan Muhadam/Budi Setiawanto
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026