Depok (ANTARA) - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan terus memberikan manfaat nyata bagi banyak masyarakat. Suratno (54), Warga Kota Depok, merupakan salah satu masyarakat yang sudah merasakan langsung manfaat dari penggunaan Program JKN.
Saat ditemui oleh Tim Jamkesnews, Suratno menceritakan pengalamannya berobat menggunakan Program JKN sejak pertama kali program ini hadir. Menurutnya program ini merupakan langkah pemerintah dalam melindungi rakyatnya. Tak hanya kesehatan masyarakat saja yang terlindungi, aspek finansial pun terjaga dari tingginya biaya kesehatan. Kamis (02/10).
“Nama saya Suratno, usia saat ini sudah menginjak 54 tahun dan sudah pensiun. Dulunya saya bekerja, kepesertaan BPJS Kesehatan saya ditanggung dan dibayarkan oleh perusahaan. Hanya karena beberapa waktu lalu ada efisiensi karyawan, saya termasuk yang terkena dampaknya. Sehingga saat ini kepesertaan saya sudah tidak aktif lagi. Tapi saya tetap mau aktifin lagi, tidak masalah jika harus terdaftar yang bayar mandiri, yang terpenting saat berobat punya jaminan kesehatan. Karena sudah terbiasa pas masih kerja di fasilitasi dengan jaminan kesehatan. Kalau berobat pakai kartu JKN, semuanya gratis gak pernah bayar, begitu juga dengan obat-obatannya ditanggung secara keseluruhan. Alhamdulillah merasa terbantu sekali,” ujarnya.
Baca juga: Tak khawatir lagi berobat, Marsitoh rasakan manfaat program JKN
Baca juga: Lima tahun tak dipakai, Iuran JKN selamatkan Riri saat persalinan
Suratno mengatakan bahwa istri dan anak-anaknya juga ikut terdaftar sebagai peserta JKN. Dalam penggunaannya, ia dan keluarganya cukup sering menggunakan Program JKN untuk pengobatan ringan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Pada saat berobat, Suratno menyampaikan ada beberapa obat yang tidak masuk dalam tanggungan BPJS Kesehatan karena tidak terdaftar dalam Formularium Nasional (Fornas). Fornas dibentuk oleh Kementerian Kesehatan dan digunakan sebagai acuan bagi BPJS Kesehatan dalam pemberian resep obat untuk peserta JKN. Meskipun begitu, menurutnya itu tidak menjadi persoalan karena yang terpenting adalah semua tindakan medis dijamin oleh JKN dan pelayanan yang diberikan bagus.
“Iya semua pakai BPJS Kesehatan, anak saya ada dua, istri saya juga pakai. Jadi kalau dari perusahaan itu kan bisa cover buat istri dan tiga anak. Kebetulan dari saya dan keluarga belum ada penyakit yang berat yang harus mendapatkan perawatan serius. Jadi selama ini berobatnya hanya yang rutin seperti flu, batuk, demam belum ada yang berat. Kalau pelayanan yang diberikan sudah bagus ya, cuma kalau untuk obat sepertinya ada beberapa yang tidak dijamin dan itu harus bayar sendiri, tapi saya lupa obatnya apa saja. Informasi dari farmasinya memang ada beberapa obat yang tidak masuk tanggungan kalau tidak terdaftar di Fornas. Meskipun demikian obat generik yang disediakan juga sudah cukup oke kok,” kata Suratno.
Baca juga: Manfaat JKN: Dede ceritakan perawatan prostat ayahnya tanpa biaya
Suratno mengapresiasi Program JKN ini karena sudah banyak testimoni dari masyarakat dari golongan keatas hinggah bawah yang merasa tertolong saat berobat menggunakan JKN.
Ia juga mengajak untuk seluruh peserta JKN agar rutin melakukan pembayaran iuran setiap bulannya, karena BPJS Kesehatan bersifat gotong royong di mana yang sehat membantu yang sedang sakit, begitu juga ketika yang sehat sedang sakit akan terbantu melalui iuran rutin yang dibayarkan oleh setiap peserta JKN.
Sebagai peserta JKN yang sudah cukup lama, Suratno memiliki harapan besar agar BPJS Kesehatan semakin jaya dan dapat terus membantu seluruh masyarakat Indonesia hingga ke daerah pelosok pedalaman.
“Saya akui program ini sangat membantu sekali, gak mandang status sosial, semua orang tertolong untuk bisa berobat. Kehadiran BPJS Kesehatan sudah menjadi bentuk perlindungan yang sangat berarti, terutama saat tidak lagi bekerja. Meski masih ada beberapa kekurangan, saya tetap bersyukur karena layanan kesehatan bisa dijangkau tanpa memikirkan biaya yang besar. Harapan saya semoga Program JKN tetap terus terjaga keberlangsungannya, agar tidak ada lagi orang yang takut berobat atau memeriksakan kesehatannya ketika sakit. Semoga BPJS Kesehatan semakin jaya dan semakin banyak membantu masyarakat khususnya yang tinggal di daerah terpencil dan jauh dari pusat pelayanan kesehatan,” tutupnya.
