Dinkes-Bogor-Standar-Kesehatan-Restoran-Belum-Terjamin

Bogor, 1/12 (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Bogor, Jawa Barat mengungkapkan sejumlah rumah makan dan pedagang makanan yang ada di Kota Bogor belum memiliki standar kesehatan yang layak, termasuk masalah kebersihan.

Kepala Bidang Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Bogor, Dr Eddy Dharma mengatakan, kondisi ini akan mempengaruhi predikat Bogor sebagai pusat kuliner.

"Berdasarkan catatan kami, masih banyak rumah makan, warteg dan pedagang makanan kaki lima di Kota Bogor yang belum memiliki standar kesehatan dari Dinkes," kata Eddy di Bogor, Rabu.

Eddy menyebutkan, standar kesehatan yang layak sebagai jaminan makanan yang diproduksinya terjaga kebersihannya, kualitas higienisnya dan tidak terkontaminasi virus.

Menurut Eddy, penyebaran virus penyakit seperti Hepatitis A, influenza dan penyakit lainnya berasal dari kontak makanan dengan tangan saat pembuatan dan penyajian dilakukan.

Untuk menjaga agar makanan tetap bersih dan sehat para pengolah makanan dan penyaji makanan di sebuah restoran harus menjaga kebersihan diri. Sementara setiap rumah makan wajib memeriksakan kesehatan pegawainya.

"Kitakan tidak tahu apakah penyaji makanan dan pengolah makanan itu sehat. Jika, mereka sakit dan mereka mengolah bahan makanan maka virus-virus mereka akan menempel di makanan," kata Eddy.

Pentingnya standar kesehatan ini untuk menjamin jajanan kuliner yang ada di Kota Bogor sehat dan berkualitas. Selain itu, mendukung terwujudnya Bogor Kota Halal dalam bidang makanan.

Eddy menyebutkan, standar kesehatan kebanyakan diberlakukan oleh restoran, hotel dan waralaba bertaraf internasional. Karena untuk memenuhi standar luar negeri yang sangat terjamin kualitas kesehatannya.

Sementara itu, restoran kelas menengah, rumahan, warteg, dan pedagang makanan di pinggir jalan kurang memperhatikan standar kesehatan tersebut.

Menurut Eddy pihaknya sudah melakukan upaya perlindungan kepada masyarakat dengan melakukan pengambilan sampel bahan makanan dan melakukan pemeriksaan standar kesehatan sebuah rumah makan.

Pemeriksaan masih tergolong sedikit, karena hanya baru dilakukan untuk waralaba internasional seperti KFC, CFC, home industri, usaha katering dan sejumlah pedagang di sekolah.

Menurut Eddy, pihaknya menjamin kualitas makanan di waralaba internasional, home industri dan katering karena telah dilengkapi pemeriksaan dari Dinas Kesehatan.

Meskipun demikian, lanjut Eddy, pemeriksaan itu tidak cukup hanya sekali. Menjaga kebersihan diri dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkelanjutan baru akan menjamin kualitas kesehatan makanan yang diproduksi.

"Jumlah tempat makanan di Kota Bogor ini banyak. Belum semuanya kita lakukan pemeriksaan karena masih terkendala dana dan petugas di lapangan," kata Eddy.

Untuk mencegah timbulnya penyakit menular di masyarakat peran serta semua pihak sangat diharapkan.

Kecermatan masyarakat dalam memiliki kualitas makanan juga diperlukan untuk mencegah penyebaran penyakit melalui makanan.

Laily R


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026