Kabupaten Bogor (ANTARA) - PT Sentul City Tbk (BKSL) membukukan laba bersih Rp88 miliar pada semester I 2026, melonjak 387 persen, didorong peningkatan penjualan properti di berbagai segmen.
Perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp744 miliar sepanjang Januari-Juni 2026, naik 54 persen dibandingkan Rp484 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan pendapatan terutama berasal dari penjualan lahan siap bangun, rumah hunian, ruko, dan apartemen yang berkontribusi Rp620 miliar atau menjadi penyumbang terbesar terhadap total pendapatan perusahaan.
Selain itu, segmen hotel, restoran, dan taman hiburan menyumbang pendapatan Rp81 miliar, sedangkan segmen pengelolaan kota memberikan kontribusi Rp43 miliar.
Investor Relations & PR Media PT Sentul City Tbk Maesa Putri mengatakan peningkatan kinerja tersebut didukung kenaikan serah terima unit kepada konsumen serta kepercayaan pasar terhadap produk perseroan.
"Perseroan senantiasa berupaya memberikan prioritas pada kepuasan pelanggan dengan memastikan proses dari awal hingga serah terima ke tangan konsumen berjalan lancar karena inilah fondasi utama dalam menjaga kepercayaan konsumen dalam industri properti," kata Maesa dalam keterangannya di Bogor, Jawa Barat, Sabtu.
Seiring pertumbuhan pendapatan, BKSL membukukan margin laba kotor sebesar 53 persen, margin laba operasi 28 persen, dan margin laba bersih 12 persen.
Perseroan menilai minat konsumen terhadap kawasan Sentul City didukung konsep Wellness Living in True Nature yang dipadukan dengan fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, kawasan komersial, pusat olahraga, serta destinasi rekreasi keluarga.
Akses menuju kawasan itu juga didukung jaringan Tol Jagorawi, Tol Bogor Ring Road (BORR), layanan TransJakarta, Trans Pakuan, bus antarkota, serta rencana konektivitas LRT Jabodebek.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.