Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah baru transformasi pendidikan nasional dengan rencana pendirian sekurang-kurangnya sepuluh sekolah unggulan berstandar internasional (IB) setiap tahun.
Sekolah-sekolah ini dirancang khusus untuk menjaring dan mengembangkan 1persen anak-anak terpintar Indonesia menjadi calon ilmuwan, teknolog, dan pemimpin masa depan.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna, Presiden menyampaikan bahwa masa depan bangsa Indonesia akan sangat ditentukan oleh penguasaan sains dan teknologi.
“Kita harus cari anak-anak terpintar Republik Indonesia, kita kumpulkan, dan kita beri pendidikan terbaik. Kelak mereka bisa menjadi pemenang-pemenang hadiah Nobel,” ujarnya.
Kebijakan ini merupakan langkah strategis menuju visi Indonesia Emas 2045: membangun generasi ilmuwan, peneliti, insinyur, dan pemikir kelas dunia yang mampu mengelola kekayaan sumber daya alam bangsa, terutama mineral kritis dan teknologi masa depan, dengan kemandirian dan martabat nasional.
Presiden juga menegaskan bahwa sekolah unggulan ini akan menggunakan standar kurikulum IB (International Baccalaureate) sehingga lulusannya memiliki global portability, yakni dapat diterima di universitas unggulan dunia seperti Harvard, MIT, Oxford, dan lain-lain.
Yang tidak kalah penting, Presiden menekankan bahwa rekrutmen tidak hanya menyasar kelompok mampu atau kota besar.
“Banyak anak dari kalangan bawah yang memiliki kecerdasan luar biasa. Mereka harus ditemukan, dipersiapkan, dan diberi beasiswa penuh.”
Untuk itu, kementerian terkait bersama jaringan kelembagaan negara, termasuk TNI-Polri, akan terlibat dalam pencarian talenta terbaik dari desa hingga kota, serta dalam proses pendampingan pembelajaran.
Dalam rangka menopang pendanaan jangka panjang, Presiden juga mengarahkan penguatan Dana Abadi Pendidikan – LPDP, termasuk potensi tambahan dari hasil pemulihan aset negara.
Presiden Prabowo: Indonesia siapkan sekolah Unggulan Berstandar IB
Selasa, 21 Oktober 2025 13:25 WIB
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/bar)
