Kairo (ANTARA) - Hamas pada Minggu (19/10) membantah pernyataan Amerika Serikat yang menuding kelompok perlawanan Palestina itu melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan Israel di Jalur Gaza.
Sehari sebelumnya, Departemen Luar Negeri (Deplu) AS mengatakan pihaknya telah memberi tahu negara-negara penjamin kesepakatan damai di Gaza tentang pelanggaran yang "akan segera" dilakukan oleh Hamas.
"Hamas menolak tuduhan Deplu AS itu dan dengan tegas membantah klaim tentang adanya ‘serangan yang akan segera terjadi’ atau ‘pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata’,” kata Hamas dalam pernyataannya.
Dalam pernyataannya, Deplu AS juga memperingatkan kemungkinan untuk melakukan langkah-langkah melindungi penduduk di wilayah kantong Palestina itu.
"Amerika Serikat telah memberi tahu negara-negara penjamin perjanjian perdamaian Gaza tentang laporan kredibel yang menunjukkan adanya pelanggaran gencatan senjata yang akan segera dilakukan oleh Hamas terhadap warga Gaza," kata pernyataan itu.
Sumber: Spuntik/RIA Novosti
Baca juga: Gaza masih diserang zionis di tengah gencatan senjata
Baca juga: Kemenkes Gaza terima jenazah 15 warga Palestina dari Israel melalui tim Palang Merah
Baca juga: Hamas sebut keputusan Israel menutup Rafah langgar gencatan senjata di Jalur Gaza
