Istanbul (ANTARA) - Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Senin memastikan komitmennya untuk menyelenggarakan pemilihan presiden dan parlemen dalam waktu satu tahun setelah berakhirnya perang Israel di Gaza.
Berbicara melalui video dalam konferensi internasional mengenai Palestina di New York, yang diadakan pada malam Sidang Umum PBB minggu ini, Abbas mengatakan rakyat Palestina menginginkan “sebuah negara yang berdasarkan pluralisme dan peralihan kekuasaan secara damai.”
Presiden Palestina itu juga mendesak negara-negara yang belum mengakui negara Palestina.
Abbas merupakan salah satu dari 80 pejabat Palestina yang visanya dicabut oleh Departemen Luar Negeri AS sehingga tidak dapat menghadiri acara PBB minggu ini di New York secara langsung.
Sumber: Anadolu
