Palangka Raya, Kalteng (ANTARA) - Universitas PGRI Palangka Raya, melalui program pengabdian kepada masyarakat, melakukan pendampingan kepada petani di Kelurahan Kalampangan untuk mengembangkan produk olahan pascapanen buah naga.
"Program ini sebagai upaya kami untuk mendukung peningkatan nilai tambah dan pendapatan bagi petani lokal," kata Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Palangka Raya Kukuh Wurdianto di Palangka Raya, Jumat.
Dia menerangkan, melalui pendampingan ini, buah naga yang sebelumnya dijual dalam bentuk segar kini diolah menjadi berbagai produk pangan seperti cookies, amplang, dan kerupuk buah naga.
Inovasi ini diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi lebih tinggi bagi petani.
"Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan petani, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa dan bagian dari kontribusi nyata dosen di luar kampus," katanya.
Dia menambahkan pendampingan yang dibiayai Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui skema Program Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) ini, juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
"Khususnya, dalam mengentaskan kemiskinan, mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, serta memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan masyarakat," kata Kukuh.
