Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial dan Lembaga Administrasi Negara (LAN) sepakat memperkuat sinergi strategis melalui pengembangan kompetensi aparatur sipil negara maupun pendamping sosial dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan.
“Semua instansi yang mempunyai program pengentasan kemiskinan, kami tertarik untuk pengembangan kompetensinya, bukan hanya untuk para ASN, tapi juga mitra-mitra ASN,” ujar Kepala LAN, Muhammad Taufiq di Jakarta, Selasa.
Ia menyampaikan LAN telah menginisiasi program Akademi Percepatan Pengentasan Kemiskinan sebagai wadah strategis dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan yang kontekstual dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat.
Akademi Percepatan Pengentasan Kemiskinan ini, kata dia, akan berfokus pada pendekatan hasil (outcome) dan targetnya adalah keluarga miskin.
“Cara kerjanya sama ada perencanaan, penganggaran, dan output. Gimana caranya itu kita satukan semuanya, pendekatannya outcome dan targetnya adalah orang miskin,” katanya.
Mensos Saifullah Yusuf juga menyambut positif hal tersebut.
Dia menegaskan sumber daya manusia (SDM) yang terlibat dalam pengentasan kemiskinan harus mampu beradaptasi dengan dinamika di lapangan dan bekerja berdasarkan data.
“Yang penting ini kan programnya untuk SDM, jadi untuk teman-teman yang terlibat dalam pengentasan kemiskinan, bagaimana cara berpikirnya ini jangan business as usual, kita mesti menyesuaikan dengan kondisi dan diawali dengan data,” katanya.
Pewarta: Hana Dewi Kinarina KabanEditor : Budi Setiawanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026