Labuan Bajo, NTT (ANTARA) - Kementerian Sosial melalui Sentra Wasana Bahagia Ternate melakukan pemberian bantuan nutrisi hingga edukasi pola hidup sehat, sebagai respons cepat atas kondisi kehidupan warga Suku Togutil di kawasan hutan Tayawi, Tidore, Maluku Utara,

Kepala Sentra Wasana Bahagia Ternate, Osep Mulyani dalam keterangan yang diterima di Labuan Bajo, NTT, Jumat, mengatakan intervensi ini dilakukan berdasarkan hasil pemetaan Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT) untuk memenuhi kebutuhan dasar warga suku yang masih memegang teguh adat tradisi tersebut.

"Setelah dilakukan pemetaan di lapangan, kami memenuhi kebutuhan warga di sana terkait penguatan nutrisi, pemenuhan kebutuhan hidup sehat, kebersihan diri, hingga pemberian sandang dan pemeriksaan kesehatan," kata dia.

Baca juga: Mensos asesmen seluruh korban KRL di Bekasi untuk program pemberdayaan sosial tepat sasaran
Baca juga: Mensos pastikan hentikan pendamping PKH yang terbukti lakukan pelanggaran

Osep menjelaskan, Suku Togutil merupakan komunitas yang awalnya hidup berpindah-pindah dengan pola mata pencaharian berburu dan meramu ("food gathering").

Oleh karena itu, Sentra Wasana Bahagia secara terjadwal melakukan penyuluhan sosial dan edukasi agar warga dapat beradaptasi dengan lingkungan luar tanpa paksaan.

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan di kawasan hutan Tayawi, Desa Coli, Kecamatan Oba Kota, Kepulauan Tidore, Rabu (6/5), dihadiri langsung Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda.

Gubernur Sherly Tjoanda menegaskan pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi komunitas adat tersebut agar mereka bisa berkembang mengikuti zaman namun tetap melestarikan tradisi leluhur.

"Suku Togutil harus kita dampingi dan diberdayakan sesuai potensi yang dimilikinya. Mereka harus maju sesuai perkembangan zaman tanpa harus meninggalkan tradisi," ujar Sherly.

Baca juga: Bansos reguler triwulan kedua cair pekan kedua April, Gus Ipul paparkan upaya percepatannya

Pemerhati adat di Ternate, Abdurahman Munim menilai Suku Togutil di wilayah tersebut kini juga mulai mengalami transformasi sosial

Ia mengungkapkan konsistensi pendampingan dari berbagai pihak telah membuat banyak warga suku tersebut kini mulai menganut agama Islam maupun Kristen dan berbaur dengan masyarakat luas.

Senada dengan itu perwakilan warga Suku Togutil, Yosep, menyampaikan terima kasih atas kehadiran pemerintah pusat dan daerah, di pemukiman mereka. Menurut dia, pendampingan terjadwal tersebut telah membawa perubahan besar pada pola komunikasi dan tempat tinggal warga.

"Terima kasih atas perhatian Kemensos dan Pemerintah Provinsi. Ini kali pertama ada Gubernur datang ke suku kami. Berkat bimbingan Kemensos, saat ini kami bisa berkomunikasi dengan warga di luar suku dan memiliki tempat tinggal menetap," kata dia.



Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026