Depok (ANTARA) - Universitas Indonesia (UI) melalui Fakultas Farmasi (FF) bersama Martha Tilaar Group/PT Martina Berto Tbk siap mengimplementasikan kerja sama di bidang pengembangan industri kosmetik.
Keduanya akan memperkaya wawasan mahasiswa mengenai industri dan peluang bisnis kosmetik dalam workshop/seminar edukatif bertema “MTG Goes to Campus” yang akan diadakan bertepatan dengan rangkaian Dies Natalis ke-60 Fakultas Farmasi UI, pada November 2025.
Dekan Fakultas Farmasi UI, Prof. Arry Yanuar, dalam keterangannya, Senin berharap kerja sama ini tidak hanya mendekatkan dunia industri dengan akademisi, tetapi juga membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk memahami ekosistem inovasi dan kewirausahaan di bidang kosmetik.
"Inisiatif ini akan memperkuat peran FFUI dalam menghasilkan lulusan yang siap bersaing dan berkontribusi dalam industri nasional,” ujarnya.
Baca juga: UI dan KAI kerja sama upayakan konservasi geopark naikkan ekonomi warga
Baca juga: Dies Natalis ke-61. FTUI jalin kerja sama strategis dengan pemda dan mitra industri
Kolaborasi UI dan Martha Tilaar Group akan diwujudkan dalam kolaborasi riset dengan Klaster Riset Kosmetik FFUI.
Rencana strategis ini mencakup penjajakan pembangunan Laboratorium Kosmetik sebagai teaching factory di lingkungan FFUI, yang akan mendukung pengembangan pendidikan dan penelitian terapan di bidang kosmetika.
Menurut Bryan Tilaar, selaku President Director PT Martina Berto Tbk, Martha Tilaar Group selalu berkomitmen untuk mendorong generasi muda menjadi pionir di industri kosmetik.
Ia mengatakan, Martha Tilaar Group lahir dari semangat kemandirian dan kecintaan terhadap warisan budaya Indonesia.
Baca juga: UI dan Gaziantep University kerja sama pendidikan inklusif dampak global
Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan pengalaman industri secara langsung ke dunia kampus, agar mahasiswa bisa belajar, berinovasi, dan tumbuh menjadi entrepreneur kosmetik masa depan.
Kedua belah pihak berharap kolaborasi ini tidak hanya memberikan manfaat di lingkungan akademik dan industri, tetapi juga menghasilkan inovasi produk kosmetik berbasis kearifan lokal yang berdampak langsung pada pemberdayaan masyarakat.
Dengan memadukan keilmuan farmasi dan kekuatan industri, kerja sama ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya ekosistem kewirausahaan dan industri kosmetik yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
