Beijing (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri China membantah tuduhan para diplomat Eropa yang mengatakan bahwa Beijing ingin memanfaatkan reorganisasi PBB dalam "Inisiatif U80" sebagai upaya untuk meningkatkan pengaruh dan mengubah arah lembaga internasional tersebut.
"China sangat mendukung Inisiatif UN80 yang diluncurkan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres. Kami mendukung PBB dalam menanggapi situasi dan tugas baru, yang selanjutnya memperkuat komitmen semua pihak terhadap multilateralisme dan meningkatkan efisiensi melalui reformasi," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Senin (21/7).
Inisiatif UN80, yang diluncurkan pada Maret 2025 oleh Sekretaris Jenderal António Guterres adalah bentuk upaya menyeluruh PB dalam efisien operasi, meningkatkan dampak, dan menegaskan kembali relevansi PBB bagi dunia yang berubah dengan cepat.
Inti dari UN80 adalah tiga alur kerja utama, pertama fokus pada peningkatan efisiensi dan pemangkasan birokrasi; kedua, tinjauan implementasi mandat, yang melibatkan pemeriksaan hampir 40.000 mandat agar tidak tumpang tindih atau usang; dan ketiga mengeksplorasi apakah perubahan struktural dan penataan ulang program diperlukan di seluruh Sistem PBB.
Namun, Inisiatif UN80 sebagian besar terfokus pada usulan pemotongan anggaran dan pengurangan staf, menimbulkan kekhawatiran bahwa hal ini terutama merupakan upaya penghematan biaya.
Baca juga: China dukung putaran baru perundingan nuklir Iran dan tiga negara Eropa
