Sukabumi (Antaranews Megapolitan) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Jawa Barat mencatat kerugian akibat bencana puting beliung yang meluluhlantakkan pusat kota mencapai Rp292 juta.
"Awalnya kerugian akibat bencana yang terjadi pada 4 April lalu hanya Rp230 juta, tetapi setelah diverifikasi menjadi Rp292 juta," kata Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi Akhmad Zulkarnain, di Sukabumi, Rabu.
Menurutnya, dari pendataan yang dilakukan pihaknya tersebut untuk pohon tumbang terjadi pada 17 titik ruas jalan di Kota Sukabumi, seperti di Jalan Veteran II, Jl Ahmad Yani, Jl Arief Rahman Hakim, Jl Brawijaya, Jl Kabandungan, Jl Suryakencana, Jl Rumah Sakit Bunut, Jl Siliwangi, Jl R Syamsudin SH, Jl RE Martadinata, dan Jalan Tipar.
Sedangkan berdasarkan hasil pendataan dan laporan baru yang masuk jumlah titik bencana akibat hujan lebat dan angin kencang tersebut bertambah sebanyak 11 titik, yakni di Jl R Syamsudin SH, Jl Siliwangi, Jl RE Martadinata, Jl Bhayangkara, Jl Taman Kota Alun-Alun, Jl Taman Kota Lapangan Merdeka, Jl Ramayana, dan Perumahan Nanggeleng.
Jumlah titik bencana di Kota Sukabumi akibat hujan lebat dan angin kencang tersebut menjadi 28 titik, dan hingga saat ini BPBD terus melakukan pemantauan dan pendataan ke lapangan serta menunggu laporan dari warga termasuk dari aparat mengenai dampak akibat bencana tersebut.
"Selain melakukan pemantauan dan pendataan, kami juga memberikan bantuan kepada warga yang menjadi korban akibat bencana tersebut seperti bantuan terpal bagi warga yang atap rumahnya rusak," ujarnya lagi.
Zulkarnain mengatakan menghadapi musim hujan ini Pemkot Sukabumi sudah menetapkan status siap siaga bencana, yakni dari awal Januari hingga Mei 2018.
Ini kerugian bencana puting beliung di Sukabumi
Rabu, 11 April 2018 16:59 WIB
Ilustrasi - Relawan PMI Kabupaten Sukabumi sedang membantu warga yang rumahnya rusak akibat angin puting beliung. (Foto Antara/ Aditya A Rohman).
Awalnya kerugian akibat bencana yang terjadi pada 4 April lalu hanya Rp230 juta, tetapi setelah diverifikasi menjadi Rp292 juta.
